Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan lalai

  • 30 Mar 2026 09:24 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan: Alqur'an surah Al-A'raf ayat 136 menegaskan, pembalasan Allah SWT terhadap Fir'aun dan kaumnya yang ditenggelamkan di laut merah. Hal ini terjadi, karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Allah dan lalai. Ayat ini bermakna kebinasaan bagi orang zalim yang sombong serta peringatan untuk mentaati Allah SWT.

Dalam kajian program One day One ayat Pro 1 RRI Medan, edisi Selasa, 24 Maret 2026, Ustadz Zulfadli Dalimunthe mengatakan, konteks sejarah ayat ini merujuk pada peristiwa tenggelamnya Fir'aun dan tentaranya di laut merah, saat mengejar nabi Musa Alaihissalam dan kaum Bani Israil.

Dengan sikap arogan, angkuh dan sombong sebut Ustadz, maka Allah menghukum mereka bukan tanpa alasan, melainkan karena mendustakan tanda-tanda kekuasaan Allah.

"Karena mereka berbohong, mereka berdusta, maka hati itu tertutup, karena terlalu banyak kebohongan, terhimpit, terjepit," Ustadz supaya kita dapat terhindar dari hal itu, maka haruslah mengutamakan sifat sidiq, jujur dan amanah, memelihara serta menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya," kata Ustadz.

Terang Ustadz Dalimunthe, Allah telah memberikan kesehatan, kenikmatan dan kebahagiaan kepada kita, maka perlu mensyukuri dengan berbuat apa yang diperintahkan, serta meninggalkan laranganNya.

Sementara Ustadz Syahrul Idrus menjelaskan, hukuman yang Allah berikan kepada Fir'aun yang sombong dan zalim itu, merupakan puncak keadilan tertinggi.

"Hukuman dari Allah datang, setelah berkali-kali di ingatkan, akan tetapi tidak dihiraukan," ujar Ustadz.

Ustadz Syahrul Idrus menerangkan, pembalasan dari Allah merupakan bentuk hukuman yang adil, sedangkan kekuasaa manusia itu, semu serta azab Allah sangat nyata bagi mereka yang ingkar dan menzalimi diri sendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....