Kurang Sabar Jadi Hambatan Utama Kuasai Bahasa Inggris

  • 29 Mar 2026 21:54 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Akses belajar di era digital memudahkan generasi muda untuk belajar berbagai bahasa, namun masih banyak generasi muda yang belum mampu menguasai bahasa Inggris secara optimal. Salah satu penyebab utamanya ternyata bukan pada sulitnya materi, melainkan kurangnya kesabaran dalam proses belajar.

Trainer dan Motivator, Yoffi Andinata, mengungkapkan banyak pelajar atau pekerja yang memiliki semangat tinggi di awal, namun tidak mampu mempertahankan konsistensi.

“Kesalahan yang paling sering terjadi adalah tidak sabar. Di awal semangat, ingin cepat bisa, tapi di tengah jalan berhenti,” ujar Yoffi dalam acara Saturday Upgrade di Pro 2 RRI Medan, Sabtu, 28 Maret 2026.

Menurutnya, anggapan bahwa bahasa Inggris bisa dikuasai secara instan merupakan pola pikir yang keliru. Ia menegaskan bahwa proses belajar membutuhkan waktu, latihan, dan pengulangan yang konsisten.

“Belajar itu adalah proses. Tidak ada yang instan. Kalau tidak mau mengulang, maka tidak akan bisa,” kata Yoffi.

Yoffi menjelaskan, kemampuan berbahasa pada dasarnya terbentuk dari kebiasaan. Semakin sering seseorang berlatih, maka kemampuan tersebut akan semakin terasah secara alami.

Ia juga mengingatkan berhenti belajar justru dapat membuat kemampuan yang sudah dimiliki menjadi menurun. Karena itu, menjaga konsistensi dinilai lebih penting dibanding sekadar memulai.

“Kalau sudah mulai belajar, jangan berhenti. Karena ketika berhenti, kemampuan itu bisa turun lagi,” ujar Yoffi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....