Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Ikuti Diklat Pembekalan P2DPP

  • 09 Mar 2026 21:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang mengikuti kegiatan Diklat Tim Pembekalan P2DPP dan Tim Rekoleksi Pengurus Gereja yang dilaksanakan pada Jumat hingga Minggu, 6–8 Maret 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Catholic Center – Pusat Pembinaan Umat (CC-PPU) Keuskupan Agung Medan, Karang Sari, RT 1/RW 01, Desa Tambun Nabolon, Kota Pematangsiantar. Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh para pelayan dan tim pastoral dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Agung Medan.

Diklat tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan para peserta dalam memberikan pembekalan kepada pengurus gereja, khususnya yang tergabung dalam Dewan Pastoral Paroki.

Dalam kegiatan tersebut hadir dua narasumber utama, yakni Pastor Konrad Situmorang, Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Agung Medan, serta Romo Ignatius L. Madya Utama, Direktur Spiritualitas Seminari Tinggi St. Petrus Sinaksak.

Kedua narasumber menyampaikan berbagai materi penting terkait pembinaan pastoral, spiritualitas pelayanan, serta pendampingan bagi para pengurus gereja di tingkat paroki.

Pada sesi pemaparan materi, Pastor Konrad Situmorang menjelaskan tentang Pedoman Pelayanan Dewan Pastoral Paroki (P2DPP) yang menjadi acuan penting dalam tata kelola pelayanan di lingkungan paroki.

Ia menekankan pemahaman yang baik terhadap pedoman pelayanan akan membantu para pengurus gereja menjalankan tugasnya secara terarah, terstruktur, dan selaras dengan visi pelayanan Gereja.

“Pedoman pelayanan ini menjadi dasar agar para pengurus paroki dapat bekerja bersama secara terstruktur, saling melengkapi, dan berorientasi pada pelayanan umat,” ujar Pastor Konrad Situmorang dalam pemaparannya.

Sementara, Romo Ignatius L. Madya Utama menyampaikan materi mengenai pelayanan pastoral serta pentingnya rekoleksi bagi para pengurus gereja. Menurutnya, rekoleksi menjadi momen refleksi rohani yang sangat penting bagi para pelayan gereja di tengah kesibukan pelayanan sehari-hari.

“Rekoleksi membantu para pengurus gereja untuk berhenti sejenak dari rutinitas pelayanan, merefleksikan panggilan mereka, serta memperbarui komitmen untuk melayani umat dengan hati yang lebih tulus,” ucap Romo Ignatius.

Melalui kegiatan diklat ini, para peserta dibekali berbagai wawasan dan metode pembinaan yang nantinya dapat diterapkan di paroki masing-masing. Selain memperdalam pemahaman pastoral, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan dan penguatan jejaring pelayanan antar pelayan gereja di wilayah Keuskupan Agung Medan.

Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperkaya wawasan pastoral sekaligus memperdalam spiritualitas pelayanan.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami lebih dalam mengenai pembinaan pengurus gereja, baik dari sisi pastoral maupun spiritualitas pelayanan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada umat serta para pelayan gereja di lingkungan pelayanan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu menjadi tim pembekal yang siap mendampingi pengurus gereja di tingkat paroki. Serta mampu menyelenggarakan rekoleksi yang membantu para pelayan gereja memperdalam kehidupan rohani dan meningkatkan kualitas pelayanan pastoral bagi umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....