UPT Puskesmas Medan Labuhan Lakukan CKG di SDS HKBP Sei Mati

  • 06 Okt 2026 15:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – UPT Puskesmas Medan Labuhan melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDS HKBP Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Senin, 5 Oktober 2026. Pemeriksaan menyasar seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 untuk mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini.

Dokter yang bertugas, dr. Zelin Khaerini Lubis, mengatakan pemeriksaan meliputi pengukuran berat dan tinggi badan sebagai bagian dari pemeriksaan antropometri. Selain itu, petugas melakukan skrining riwayat merokok atau paparan asap rokok, pemeriksaan visus mata, kesehatan gigi dan mulut, serta pemeriksaan telinga.

Zelin mengatakan CKG penting dilakukan untuk menemukan gangguan kesehatan anak lebih awal agar dapat segera diberikan edukasi maupun tindak lanjut. Pemeriksaan tersebut mencakup masalah gizi, penglihatan, gigi dan mulut, kebersihan diri, hingga keluhan kesehatan lainnya.

“Tujuan dari pemeriksaan CKG ini untuk mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini,” ujarnya.

Dari pemeriksaan di SDS HKBP Sei Mati, ditemukan sejumlah siswa mengalami masalah kesehatan gigi dan telinga. Beberapa anak mengalami karies dan gigi berlubang, sementara cukup banyak siswa ditemukan memiliki serumen atau kotoran yang menumpuk di kedua telinga.

Zelin mengatakan kondisi tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan masing-masing siswa. Gangguan gigi dapat ditangani dengan penambalan serta edukasi kebersihan gigi, sedangkan serumen pada telinga dapat dibersihkan melalui tenaga kesehatan.

Selain masalah gigi dan telinga, pemeriksaan juga menemukan beberapa anak mengalami kutu pada rambut. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui edukasi mengenai kebersihan diri dan pemantauan kesehatan anak.

Zelin mengimbau orang tua memperhatikan kebiasaan anak mencuci tangan sebelum makan serta menjaga kebersihan gigi dan mulut. Anak juga dianjurkan rutin menggosok gigi dua kali sehari dan mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal.

“Orang tua diharapkan sering memeriksa telinga anak dan tidak membersihkan telinga dengan cotton bud, lidi, atau dengan mengorek-ngorek telinga,” katanya.

Sementara itu, siswa yang ditemukan memiliki hasil pemeriksaan di luar batas normal atau keluhan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan ditindaklanjuti ke Puskesmas. Tindak lanjut dapat mencakup pemeriksaan gangguan penglihatan, evaluasi status gizi, penanganan masalah gigi, hingga pembersihan serumen atau pengobatan infeksi telinga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....