Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan, AHY: Siap Beroperasi Pertengahan Juli

  • 03 Jul 2026 16:28 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II di Kota Medan, Jumat 3 Juli 2026. Sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar enam hektare milik Pemerintah Kota Medan itu telah rampung secara konstruksi, dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026.

"Kalau dilihat dari sisi konstruksi sekarang sudah selesai, tinggal finishing sedikit-sedikit saja. Termasuk kita lakukan pembersihan jalanan yang ada di sekeliling sekolah rakyat ini perlu dibersihkan dari material-material konstruksi agar semuanya aman. Pertengahan Juli ini sudah bisa dioperasionalkan untuk anak-anak kita yang memulai tahun ajaran baru," ujarnya.

AHY mengatakan, Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas total 1.080 siswa, terdiri dari 540 siswa SD serta masing-masing 270 siswa untuk SMP dan SMA. Fasilitas yang disediakan di sekolah rakyat ini meliputi ruang kelas, laboratorium, asrama putra dan putri, kantin, gedung serbaguna, amphitheater, sarana olahraga, dan masjid.

"Jadi kita ingin memastikan bahwa sekolah rakyat ini benar-benar lengkap fasilitasnya. Pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas dan bahkan di sini gratis, dari mulai pertama kali diterima sampai dengan nanti lulus," kata AHY.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan merupakan satu dari lima proyek serupa yang dibangun di Sumatera Utara. Selain Kota Medan, sekolah rakyat juga dibangun di Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan.

AHY menyebut alokasi anggaran untuk setiap Sekolah Rakyat sekitar Rp250 miliar. Sehingga total investasi pembangunan lima sekolah rakyat di Sumut mencapai sekitar Rp1,25 triliun.

"Setiap sekolah ini kurang lebih Rp250 miliar, kalau ditotal sekitar Rp1,25 triliun untuk pembangunan sekolah-sekolah rakyat ini. Tentu untuk areal lahannya itu adalah tanggung jawab dari masing-masing pemerintah kota dan kabupaten. Sedangkan anggaran dari pusat lebih difokuskan pada pembangunan fisiknya, dan melengkapi alat-alat penunjang kegiatan belajar," ucap AHY.

Pembangunan sekolah rakyat merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menjadi upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. AHY berharap dengan adanya sekolah rakyat terintegrasi ini lahir generasi-generasi unggul yang akan membangun Kota Medan, Sumatera Utara, dan Indonesia.

"Mari kita jaga bersama aset yang luar biasa ini, bukan hanya fisik tapi ini aset dan investasi sumber daya manusia bangsa. Semoga dari sekolah rakyat terintegrasi ini, akan lahir generasi-generasi unggul yang bisa meneruskan masa depan bangsa kita," ucap AHY.

Sementara Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas yang turut hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Medan mendukung pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan berbagai infrastruktur pendukung di luar kawasan sekolah.

"Pemerintah Kota Medan mengerjakan peningkatan jalan, membangun sistem drainase yang sebelumnya belum ada, serta memasang penerangan jalan. Lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat ini juga kami siapkan sesuai kebutuhan," ujar Rico.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....