Pengamanan dan Kelancaran Lalu Lintas Selama Mudik dan Balik Lebaran
- 13 Mar 2026 11:09 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- AKBP I Made Parwita, S.H., S.I.K., M.Si (Kasat Lantas Polrestabes Medan) menyampaikan bahwa personel Polrestabes Medan telah standby dan dibentuk sejak malam sebelumnya untuk mengantisipasi arus mudik, dengan penempatan di 13 titik di Kota Medan. Prediksi tingkat 1 arus mudik akan dimulai pada tanggal 14-15 Maret 2026, sedangkan tingkat 2 pada tanggal 18-19 Maret 2026. Hari ini juga diberlakukan larangan dari pihak SIDHUB. Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber Dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 RRI Medan FM 94.3 MHz, Jumat (13/3/2026) pagi.
Lebih lanjut Made mengatakan titik yang diperkirakan menjadi titik kemacetan adalah di daerah SM Raja, Simp Indo Grosir, karena banyak masyarakat yang naik turun kendaraan dan cenderung berhenti di tengah jalan. Selain itu, jalan Jam Ginting dan kawasan pusat perbelanjaan juga menjadi fokus antisipasi.
“ Langkah yang disiapkan antara lain penempatan personel, pemasangan rambu lalu lintas dan peralatan pendukung, serta penggunaan sarana GPS. Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan sesuai dengan situasi lapangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas, “ ujar Made.
Diakhir dialog Aspirasi Sumut Made mengatakan secara lebih luas, Polda Sumut telah menggelar Operasi Ketupat Toba 2026 mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H. Operasi ini fokus pada berbagai jalur transportasi, termasuk bandara utama Kualanamu dan Silangit.
Sedangkan Ir. Muhamad Rizki Fadila, S.T (Ketua Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia Sumut) yang juga menjadi narasumber Aspirasi Sumut menjelaskan bahwa mudik merupakan aktivitas budaya di Indonesia yang memerlukan persiapan menyeluruh, tidak hanya terkait jalan tetapi juga berbagai aspek lainnya. Meski dapat dipantau secara real time atau melalui GPS, perjalanan mudik memiliki risiko yang dapat meningkat akibat kelelahan pengemudi, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“ Meskipun jalur yang lebih lebar diharapkan dapat mengurangi kemacetan, hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan. Kondisi jalan di beberapa daerah masih perlu diperhatikan dan dilakukan perbaikan total. Jalur mudik yang terdampak bencana akhir tahun 2025, seperti arah Madina, Tapanuli Tengah-Sibolga, Dairi-Salak, dan Tarutung-Sibolga, telah dinyatakan layak dilalui. Namun demikian, pengawasan tetap diperketat terutama di titik rawan longsor dan dalam kondisi cuaca ekstrem, “ ungkap Muhammad.
Diakhir dialog Muhammad mengatakan bahwa pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah pendukung, antara lain menyediakan angkutan mudik gratis, membatasi operasional angkutan barang pada masa mudik, serta menyediakan posko monitoring dan pelayanan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....