Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, FKUB Lotim Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi

  • 12 Mar 2026 14:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Perayaan dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan Idul Fitri bagi umat Islam, menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat. Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama Lombok Timur, H. Makinudin, mengatakan bahwa kedekatan waktu dua perayaan tersebut justru menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap saling menghormati antarumat beragama.

Menurutnya, masyarakat Lombok Timur selama ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam menjaga harmoni sosial meskipun hidup dalam keberagaman agama dan budaya.

“Momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang waktunya berdekatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk semakin memperkuat sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan,” ujar Makinudin, Kamis 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa masing-masing umat beragama memiliki cara dan tradisi tersendiri dalam menjalankan ibadah hari raya. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memahami dan menghargai pelaksanaan ibadah yang dilakukan oleh pemeluk agama lain.

“Ketika umat Hindu melaksanakan Nyepi dengan suasana hening dan khusyuk, masyarakat juga diharapkan dapat menghormatinya. Begitu pula ketika umat Islam merayakan Idul Fitri, nilai kebersamaan dan persaudaraan harus tetap dijaga,” jelasnya.

FKUB Lombok Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan agar suasana daerah tetap aman, damai, dan kondusif selama rangkaian perayaan hari besar keagamaan tersebut. “Kerukunan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan saling menghargai dan menjaga toleransi, kita dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis,” katanya.

Rekomendasi Berita