Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Melambat, BI Dorong Pemulihan

  • 19 Jun 2025 18:09 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan I 2025 mengalami perlambatan. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 4,83 persen (year on year), turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,65 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama perlambatan tersebut adalah turunnya realisasi belanja modal, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penurunan itu terjadi seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.

“Faktor utama penyebab perlambatan ekonomi adalah sektor konstruksi yang terdampak langsung oleh kebijakan efisiensi anggaran, sehingga belanja modal dari pusat dan daerah mengalami penurunan,” ujar Eka dalam kegiatan Obrolan Santai Bank Indonesia Bersama Media (OSBIM) di Atrium Maleo Town Square, Mamuju Kamis (19/6/2025).

Meski demikian, Eka menyebut masih terdapat sejumlah sektor yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat.

Sektor industri pengolahan, khususnya crude palm oil (CPO), serta sektor administrasi pemerintahan masih menunjukkan kinerja positif.

Ia juga menambahkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran ikut berperan dalam menjaga pertumbuhan.

“Industri pengolahan terutama produk sawit dan belanja pemerintah yang meningkat pada momen Idulfitri menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini,” jelas Eka.

Bank Indonesia menilai, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil, perlu dilakukan optimalisasi belanja pemerintah yang tepat sasaran.

Selain itu, penguatan sektor industri pengolahan dan percepatan program hilirisasi di daerah juga dinilai penting guna menambah nilai tambah ekonomi lokal.

Eka menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....