Warga Ambalawi Berburu Rumput Laut di Bulan Ramadan

  • 11 Mar 2026 14:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima – Pagi itu, ombak kecil menyapu lembut pesisir pantai di Kecamatan Wera dan Ambalawi, Kabupaten Bima. Di sepanjang garis pantai, tampak sejumlah perahu kecil bersandar, sementara beberapa warga sibuk menyelam di perairan dangkal.

Ramadan tahun ini tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga dengan aktivitas berburu rumput laut liar yang menjadi sumber penghasilan musiman bagi masyarakat pesisir.

Dengan peralatan sederhana, para warga menyelam hingga puluhan meter dari bibir pantai. Mereka menyisir dasar laut untuk mengambil rumput laut liar yang tumbuh alami. Setelah terkumpul, hasilnya dimasukkan ke dalam perahu kecil sebelum dibawa ke darat untuk dijemur di bawah terik matahari hingga kering.

Di antara para pencari rumput laut itu, terlihat Syamsuddin (60) yang tetap bersemangat meski usia tak lagi muda. Bersama anaknya, ia menyelam berulang kali untuk mengumpulkan rumput laut yang nantinya dijual kepada pengepul.

“Kami ambil rumput laut liar, nanti dijual ke bos yang membelinya,” ujar Syamsuddin, Rabu 11 Maret 2026.

Menurutnya, harga rumput laut liar saat ini sekitar Rp1.500 per kilogram. Meski tidak terlalu tinggi, hasilnya cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kalau harganya satu kilogram sekitar Rp1.500. Alhamdulillah kalau musim begini bisa dapat sampai satu ton,” katanya.

Tak jauh dari lokasi itu, Adrian (22) juga terlihat sibuk menyelam. Pemuda ini mengaku biasa mengambil rumput laut di kedalaman sekitar 10 hingga 50 meter dari bibir pantai. Ia mengatakan rumput laut liar hanya muncul pada musim tertentu, biasanya antara Januari hingga Maret.

“Rumput laut ini musiman. Setelah bulan Maret biasanya sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Karena itu, warga pesisir memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah penghasilan, terutama di bulan Ramadan.

Dalam waktu sekitar tiga hari, Adrian mengaku bisa mengumpulkan hingga satu ton rumput laut. Dengan harga yang ada saat ini, ia bisa memperoleh sekitar Rp1,5 juta bahkan lebih.

“Alhamdulillah biasanya dapat sekitar Rp1.500.000 atau lebih,” ujarnya.

Menurut Adrian, aktivitas berburu rumput laut sebenarnya bisa jauh lebih ramai dari yang terlihat sekarang. Banyak warga pesisir yang turun ke laut ketika musimnya tiba karena pekerjaan ini tidak membutuhkan modal besar, hanya tenaga, keberanian menyelam, dan ketekunan.

“Sekarang saja belum terlalu banyak masyarakat. Biasanya kalau musimnya lagi bagus, ramai sekali yang berburu rumput laut liar,” katanya.

Di tengah suasana Ramadan, aktivitas ini menjadi pemandangan khas di pesisir Wera dan Ambalawi. Laut yang tenang, perahu-perahu kecil, serta hamparan rumput laut yang dijemur di pantai menjadi bagian dari ritme kehidupan masyarakat setempat.

Bagi mereka, rumput laut liar bukan sekadar hasil laut musiman, tetapi juga harapan tambahan rezeki yang datang bersamaan dengan bulan penuh berkah. Adrian pun berharap, ke depan harga rumput laut liar bisa meningkat hingga Rp2.000 per kilogram agar penghasilan para pencari rumput laut semakin layak.

Rekomendasi Berita