Berkah Ramadan, Juru Parkir di Bima Sangat Bersyukur
- 26 Feb 2026 12:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Ramadan merupakan salah bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Bulan penuh berkah, penuh kenikmatan dan penuh kebahagiaan.
Ramadan juga merupakan momentum utama untuk meningkatkan spiritualitas, berbagi melalui sedekah, meraih Lailatul Qadar, dan menyucikan diri kepada Allah SWT.
Kehadiran bulan ramadan disambut gembira bagi masyarakat Islam dari berbagai penjuru dunia. Termasuk warga yang ada di Kabupaten maupun Kota Bima Nusa Tenggara Barat.
Dimana tidak, bulan yang satu ini menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa masa lalu, terutama bagi yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala dari sang pencipta.
Selain itu, bulan suci ramadan memberikan keberkahan bagi masyarakat. Termasuk para pedagang yang menjajakan berbagai minuman takjil, penjual makanan, pakaian
hingga juru parkir yang ada di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Seperti yang dirasakan oleh Usman 45 tahun warga asal Kelurahan Dara, Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Pria yang berprofesi sebagai juru parkir di Pasar Ama Hami itu tampak bahagia bekerja selama puasa berlangsung.
Kebahagiaan itu terpancar dari raut wajahnya saat mengatur kendaraan milik masyarakat yang datang belanja untuk kebutuhan selama puasa tahun 2026.
Kepada RRI, Usman mengakui dirinya sudah lama menekuni pekerjaan sebagai tukang parkir di Pasar tradisional terbesar di wilayah Bima tersebut.
Pada kesempatan itu, Usman mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan saat bulan puasa dengan bulan lainnya. Tentu di bulan suci ramadan mendapatkan bayaran yang besar atau setimpal sembari ia menjalankan ibadah puasa tahun 2026 ini.
"Alhamdulillah memang terasa ada perbedaan antara bulan biasa dan bulan puasa. Kalau di bulan puasa seperti sekarang ini banyak orang yang datang ke pasar mereka ramai belanja untuk kebutuhan ramadan," kata Usman, Kamis 26 Februari 2026.
"Di bulan ramadan parkir juga sangat ramai, pagi hari saja sampai 50 motor bahkan lebih, setiap motor biasanya membayar parkir sekitar 2.000, 3.000 dan bahkan ada yang kasih lebih."
Usman mengaku bersyukur karena saat bulan puasa ia bisa menghasilkan 100 ribu rupiah, 200 ribu bahkan lebih. Pendapatan itu nantinya akan disatukan dengan rekan-rekan parkir yang ada di pasar.
"Alhamdulillah ada untuk memenuhi kebutuhan keluarga, belanja anak dan istri selama bulan puasa.
Di pasar ada beberapa tukang parkir, ada yang di depan, belakang bahkan samping kiri-kanan itu ada.
"Setelah kami bertugas kami mengumpulkan uang parkir lalu menyetorkan kepada kepala parkir. Nanti dihitung total pendapatan, kemudian kami dapat bagian. Uang tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama bulan puasa," ucapnya.
Bagi Usman, uang itu sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama kebutuhan selama pelaksanaan bulan suci ramadan tahun 2026 ini.
"Saya tetap menjalankan ibadah puasa, walaupun dia harus bekerja ekstra keras untuk mengatur parkir masyarakat yang datang berbelanja di pasar Ama Hami Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Ibadah sangat penting dari apapun, apalagi di bulan ramadan, tentu amal ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT," terangnya.