Baznas NTB Apresiasi Kontribusi Zakat dari Bank Dinar
- 12 Feb 2026 15:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima penyaluran zakat dari Bank Dinar sebagai bentuk kontribusi industri jasa keuangan dalam mendukung pengelolaan dan distribusi zakat kepada masyarakat yang berhak (mustahik). Wakil Ketua Baznas NTB, TGH. Ahmad Muhyi Abidin, mengapresiasi langkah Bank Dinar yang mempercayakan penyaluran sebagian zakatnya melalui Baznas NTB.
“Alhamdulillah, kita sudah menyaksikan penyerahan zakat kepada Baznas. Ini merupakan salah satu lembaga yang menyerahkan sebagian zakatnya kepada Baznas. Tentu ini sangat bagus,” ujar TGH. Ahmad Muhyi Abidin, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, meskipun Bank Dinar memiliki lembaga amil zakat sendiri di tingkat pusat, namun tetap mempercayakan Baznas NTB untuk bekerja sama dalam mendistribusikan zakat kepada para mustahik di daerah. Menurutnya, ke depan kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk penyaluran dana tunai, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk program pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Mudah-mudahan seperti Bank NTB, kita bisa bekerja sama membuat program. Jadi tidak hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga program pemberdayaan. Sehingga zakat itu tidak habis begitu saja, tetapi bisa menjadi jariah, baik bagi penerima maupun yang memberikannya,” katanya.
TGH. Ahmad Muhyi Abidin menambahkan, selain Bank Dinar, sejumlah bank daerah dan bank syariah di NTB juga telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Baznas. Baznas NTB, kata dia, terus melakukan pendekatan kepada berbagai lembaga keuangan agar partisipasi dalam pengelolaan zakat semakin luas.
Terkait program terdekat menjelang Ramadan, ia menjelaskan bahwa dana zakat yang terkumpul di Baznas akan dikelola secara kolektif, kecuali jika terdapat permintaan khusus dari pihak pemberi zakat yang bersifat terikat.
“Ketika dana itu masuk ke Baznas tanpa permintaan khusus, maka akan kita kelola bersama. Namun jika ada permintaan tertentu yang sifatnya terikat, tentu itu yang akan kita laksanakan sesuai amanah,” katanya.
Untuk program Ramadan, Baznas NTB akan lebih banyak menyalurkan bantuan bersifat konsumtif, seperti paket sembako dan bantuan pangan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan desa-desa tertinggal di NTB.
“Di bulan Ramadan ini, kita lebih banyak pemberian langsung berbentuk pangan, sembako, terutama untuk wilayah-wilayah yang jauh dan kurang terjangkau. Itu menjadi sasaran utama kita,” ujarnya.