BI NTB Masih Kaji Dampak Dinamika Global terhadap Ekonomi Daerah
- 09 Mar 2026 07:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih melakukan asesmen terhadap berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional maupun daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan pihaknya saat ini masih mengumpulkan berbagai data dan masukan dari sejumlah sektor sebelum menyimpulkan besaran dampaknya bagi perekonomian daerah.
Menurut Hario, berbagai perkembangan global, termasuk faktor geopolitik dan ekonomi internasional, dapat berimbas pada aktivitas ekonomi di Indonesia. Karena itu, Bank Indonesia perlu melakukan kajian secara menyeluruh.
“Yang terjadi di global tentu akan mempengaruhi perekonomian Indonesia, dan pada akhirnya juga berpotensi berdampak pada perekonomian di NTB,” ujar Hario, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyampaikan secara pasti seberapa besar dampak yang akan dirasakan oleh perekonomian NTB. Proses asesmen masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kita belum bisa langsung menyampaikan dampaknya dalam waktu dekat, karena masih membutuhkan banyak data dan diskusi dengan berbagai pihak,” katanya.
Dalam proses kajian tersebut, Bank Indonesia NTB berencana berdialog dengan sejumlah pelaku usaha, termasuk eksportir, pelaku industri pariwisata, serta sektor-sektor lain yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dinamika ekonomi global.
Diskusi dengan berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait potensi dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah.
“Nantinya kita juga akan berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk eksportir dan pelaku pariwisata, untuk melihat seberapa besar dampak yang mungkin terjadi,” tambah Hario.
Hasil asesmen tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar bagi berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha, dalam mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi ekonomi ke depan.