Jambu Kristal, Asal Usul Fakta Menarik Untuk Diketahui
- 31 Jan 2026 08:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Jambu kristal adalah salah satu varietas jambu biji yang kini banyak dibudidayakan di Indonesia karena daging buahnya renyah, kandungan bijinya sangat sedikit, dan rasanya manis. Varietas ini termasuk kelompok buah hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi bagi petani dan diminati konsumen lokal.
Mengutip dari Direktorat Jendral Holtikultura, asal usul jambu kristal bermula dari luar negeri. Varietas ini merupakan hasil mutasi dari jambu Muangthai Pak yang ditemukan pada tahun 1991 di Distrik Kao Shiung, Taiwan. Selanjutnya varietas ini diperkenalkan ke Indonesia oleh Misi Teknik Taiwan.
Berdasarkan data dari Kementrian Pertanian, di Indonesia, jambu kristal kemudian mulai dikenal dan dikembangkan sejak awal 2000-an melalui proyek budidaya hortikultura, termasuk percontohan di Mojokerto yang dilaksanakan oleh unit pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura. Kehadiran varietas ini memberikan peluang baru bagi pengembangan buah tropis berkualitas tinggi di tanah air.
Jambu kristal memiliki ciri khas yang membedakannya dari varietas jambu biji biasa. Ciri utama yang sering disebut oleh sumber pemerintah adalah jumlah bijinya yang sangat sedikit (kurang dari 3 persen bagian buah), daging buah yang renyah, dan rasa yang lebih manis. Kondisi ini membuat buah ini mudah dikonsumsi tanpa terganggu biji-bijinya.
Pada tingkat budidaya, varietas jambu kristal dapat tumbuh di berbagai daerah tropis Indonesia dengan ketinggian tempat antara 5 sampai 1.000 meter di atas permukaan laut dan tanah yang subur serta berdrainase baik. Sentra pengembangan tanaman ini tersebar di banyak provinsi, antara lain Jawa Barat, DI Yogyakarta, Papua, dan Bengkulu.
Hal menarik lain terkait jambu kristal di Indonesia adalah perannya dalam meningkatkan ekonomi petani. Berbagai pemerintah daerah mencatat keberhasilan petani dalam mengembangkan jambu kristal sebagai komoditas unggulan yang mampu memberikan penghasilan tinggi. Contohnya, ada petani di Kabupaten Pasuruan yang sejak 2016 menanam jambu kristal dan berhasil memanen puluhan ton buah per bulan dengan nilai jual yang baik.
Selain sebagai buah segar, jambu kristal juga mulai menarik perhatian pelaku usaha agribisnis lokal. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menyoroti potensi usaha dari buah ini karena karakteristiknya yang hampir tanpa biji dan renyah seperti buah impor lain. Hal ini membuka peluang pengembangan pasar domestik dan bahkan ekspor jika didukung teknologi budidaya dan pemasaran yang tepat.