Meluruskan Mitos Imunisasi, Orang Tua Pahami Fakta Ini

  • 31 Jan 2026 07:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Imunisasi masih menjadi topik yang kerap menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Berbagai mitos yang beredar luas di masyarakat sering kali membuat sebagian orang ragu untuk memberikan imunisasi kepada anak. Padahal, manfaat imunisasi jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang mungkin timbul.

Imunisasi berperan penting dalam melindungi bayi dan anak dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat mengancam kesehatan, bahkan berdampak jangka panjang. Selain itu, imunisasi juga berkontribusi pada kualitas tumbuh kembang anak yang optimal, sehingga berpengaruh terhadap masa depan mereka.

Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), berikut sejumlah mitos yang sering muncul seputar imunisasi beserta fakta yang perlu diketahui oleh para orang tua:

Mitos 1: Imunisasi Menyebabkan Penyakit

Banyak orang tua khawatir imunisasi justru membuat anak sakit. Faktanya, beberapa anak memang dapat mengalami efek samping ringan seperti demam, sakit kepala, atau nyeri di area suntikan. Gejala ini umumnya akan hilang dalam waktu 3–4 hari dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membentuk kekebalan. Jika keluhan berlangsung lama atau memburuk, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Mitos 2: Vaksin Mengandung Bahan Berbahaya

Vaksin terdiri dari antigen dan komponen tambahan yang berfungsi menjaga kualitas vaksin. Komponen tambahan tersebut, seperti zat penstabil atau antibiotik dalam dosis sangat rendah, telah melalui uji keamanan dan dinyatakan aman oleh otoritas kesehatan.

Mitos 3: Imunisasi Cukup Dilakukan Sekali

Imunisasi tidak cukup diberikan satu kali. Anak perlu mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jika anak terlambat mendapatkan imunisasi, tersedia program imunisasi kejar untuk memastikan perlindungan tetap optimal.

Mitos 4: Anak Sehat Tidak Perlu Imunisasi

Meski terlihat sehat, sistem kekebalan tubuh bayi dan balita belum berkembang sempurna. Imunisasi diperlukan untuk melindungi mereka dari penyakit menular yang dapat menyerang kapan saja.

Mitos 5: ASI Dapat Menggantikan Vaksin

ASI memang mengandung antibodi penting bagi anak. Namun, perlindungan terhadap penyakit tertentu tetap memerlukan vaksinasi, karena tidak semua penyakit dapat dicegah hanya dengan ASI.

Mitos 6: Imunisasi Menyebabkan Autisme

Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa imunisasi menyebabkan autisme. Vaksin dalam program imunisasi nasional telah melalui uji keamanan ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kemenkes RI mengimbau orang tua untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya dan selalu mencari sumber terpercaya. Imunisasi merupakan langkah penting untuk melindungi generasi masa depan agar tumbuh sehat dan berkualitas.

Rekomendasi Berita