Kenali Faktor Utama Knalpot Motor Keluarkan Asap Putih

  • 21 Okt 2025 15:11 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Asap putih yang keluar dari knalpot motor bukan sekadar gangguan visual. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya oli yang masuk ke ruang bakar, dan jika dibiarkan tanpa penanganan, dapat memicu kerusakan serius pada mesin. Untuk mencegah hal tersebut, Tim Instruktur Technical Service Astra Motor NTB memberikan penjelasan dan tips perawatan bagi para pengguna sepeda motor.

Instruktur Technical Service Astra Motor NTB, Sultan Hartawan dalam siaran pers resmi Astra Motor NTB, Selasa (21/10/2025), menjelaskan bahwa penyebab utama keluarnya asap putih dari knalpot biasanya karena cairan seperti oli atau zat lain yang masuk ke ruang pembakaran. “Kondisi ini tidak normal karena pada mesin motor empat tak, pembakaran seharusnya hanya melibatkan udara, bensin, dan percikan api. Jika oli ikut terbakar, maka sisa gas buang akan mengandung emisi tinggi,” ungkapnya.

Sultan menambahkan, langkah pencegahan bisa dilakukan dengan memanaskan mesin setiap pagi sebelum dikendarai, menghindari beban berlebih, serta rutin mengganti oli sesuai rekomendasi pabrikan. Selain itu, penggunaan bahan bakar berkualitas dan servis berkala di bengkel resmi juga menjadi kunci menjaga performa mesin tetap optimal.

Menurut Sultan, penyebab lain asap putih dapat berasal dari kebocoran pada seal katup. Seal yang sudah mengeras akibat usia pemakaian dapat kehilangan daya rapatnya, sehingga oli mudah masuk ke manifold atau ruang mesin. “Jika terjadi hal ini, solusi terbaik adalah mengganti seal katup dengan yang baru,” jelasnya.

Selain itu, jenis knalpot racing juga bisa menjadi penyebab keluarnya asap putih. Beberapa tipe knalpot dirancang dengan sistem penyemprotan oli agar tahan terhadap suhu tinggi. Oli yang terbakar di dalam knalpot akan menghasilkan asap putih, namun kondisi ini masih tergolong aman selama volume oli mesin tetap terjaga. Untuk memastikannya, pengguna dapat mencopot knalpot dan menyalakan mesin jika asap putih tidak lagi muncul, berarti masalah berasal dari knalpot, bukan mesin.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah kekentalan oli. Oli yang terlalu encer dapat menyusup ke celah-celah kecil mesin dan ikut terbakar. “Gunakan oli sesuai spesifikasi (SAE) yang direkomendasikan pabrikan untuk menghindari masalah seperti ini,” imbau Sultan.

Sebagai penutup, Sultan mengingatkan agar pengguna motor selalu melakukan servis berkala di AHASS terdekat atau memanfaatkan layanan Home Service Honda Care. “Pastikan oli yang digunakan adalah produk asli AHM Oil agar performa mesin tetap terjaga,” tutupnya.

Rekomendasi Berita