26 Juni, Bersatu Lawan Narkoba Demi Masa Depan
- 25 Jun 2025 18:36 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram : Setiap tanggal 26 Juni, dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (International Day Against Drug Abuse and Illicit Trafficking). Ini bukan sekadar seremoni global, tapi seruan kolektif agar kita semua tidak hanya menjauhi narkoba, tapi juga aktif melawannya.
Tema Global 2025 "Bukti adalah Senjata"
Tahun ini, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) mengangkat tema "The Evidence is Clear: Invest in Prevention". Artinya, strategi perang terhadap narkoba harus berbasis bukti ilmiah, bukan hanya larangan atau hukuman. Data dan riset jadi dasar dalam membuat kebijakan, mencegah penyalahgunaan, dan memberikan akses rehabilitasi yang manusiawi.
Di Indonesia, BNN RI mengusung semangat serupa: "Masyarakat Bergerak, Bersama Melawan Narkoba". Pesan ini menekankan bahwa peran masyarakat dari keluarga, sekolah, hingga komunitas digital menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan bersih narkoba.
Ancaman Baru: Narkoba dalam Wajah Digital
Tak bisa dipungkiri, bentuk dan peredaran narkoba kini lebih canggih. Ia hadir dalam bentuk cairan vape, permen, kosmetik, bahkan lewat transaksi di media sosial dan dark web. UNODC mencatat peningkatan signifikan penyelundupan narkoba lewat platform digital.
Maka, literasi digital dan pengawasan keluarga jadi sangat penting, karena musuh kini tidak selalu terlihat. Ia menyamar, mendekat secara halus, dan menyasar siapa saja, termasuk anak-anak muda.
Rehabilitasi: Bukan Hukuman tapi Harapan
Salah kaprah yang masih terjadi: pengguna narkoba dianggap kriminal, bukan korban. Padahal menurut data BNN (2023), dari lebih dari 3 juta pengguna narkoba di Indonesia, sebagian besar adalah korban penyalahgunaan yang bisa diselamatkan.
Pendekatan rehabilitasi harus dikedepankan. Sejalan dengan prinsip UNODC, penyembuhan berbasis kasih sayang dan hak asasi manusia jauh lebih efektif daripada pendekatan kekerasan atau stigma sosial.
Bukan Sekedar Menolak tapi Terlibat Aktif
Peringatan 26 Juni seharusnya menyadarkan kita bahwa kampanye anti-narkoba tidak cukup hanya dengan slogan atau tagar. Kita harus menjadi bagian dari perubahan berani menyuarakan, berani bertanya, dan berani menolak sejak dini.
Berdayakan anak muda dengan informasi, buka ruang diskusi di keluarga, libatkan sekolah dan komunitas dalam program pencegahan yang kreatif. Karena perang ini adalah perjuangan kolektif, dan diam adalah bentuk kalah paling halus.
Fakta Penting tentang Hari Anti Narkotika Nasional
Ditetapkan oleh PBB sejak tahun 1987.
Indonesia memperingatinya sebagai Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) sejak 2002.
Menurut UNODC, 1 dari 18 orang di dunia menggunakan narkoba setiap tahun.
Hanya 20% pengguna yang mendapatkan layanan rehabilitasi yang memadai.
Hari Anti Narkotika Internasional adalah momen penting, bukan hanya bagi mereka yang bekerja di bidang hukum atau kesehatan. Setiap kita punya peran: sebagai teman yang peduli, sebagai keluarga yang memahami, dan sebagai warga yang tidak diam saja.
Melawan narkoba bukan tugas segelintir orang tapi tugas kita bersama.
Sumber:
UNODC: https://www.unodc.org
BNN RI: https://bnn.go.id