Menu MBG di Sumbawa Dinilai Tidak Sesuai Harga
- 13 Mar 2026 14:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Sejumlah warga di Kota Sumbawa dan Kecamatan Alas, mengeluhkan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan dalam Ramadhan ini. Sebab, menu yang diberikan dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang disebutkan.
Keluhan tersebut muncul setelah masyarakat membandingkan porsi makanan yang diterima siswa, dengan estimasi biaya yang beredar di publik. Menanggapi hal itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sumbawa langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk mengevaluasi pelaksanaan program tersebut di lapangan.
Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, mengatakan pihaknya telah membahas persoalan tersebut bersama Sekretaris Daerah, selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumbawa.
“Kami sudah melakukan rapat dan berkoordinasi dengan korwil SPPG untuk mengevaluasi persoalan ini agar ke depan tidak terulang lagi,” ujarnya, Jumat 13 Maret 2026.
Menurut Rusmayadi, keluhan masyarakat terutama muncul setelah beredarnya informasi di media sosial, mengenai nilai makanan yang diterima siswa di salah satu sekolah di Kota Sumbawa. Berdasarkan perhitungan yang beredar, nilai menu makanan yang disajikan disebut hanya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Pasalnya, pihak koordinator wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyampaikan adanya tambahan menu lain yang belum tercantum dalam perhitungan tersebut.
“Versi yang beredar di media memang seperti itu. Tetapi menurut keterangan korwil, ada tambahan menu seperti kacang hijau. Jadi masing-masing memiliki versi yang berbeda dan ini yang sedang kita evaluasi,” jelasnya.
Rusmayadi menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan hak para penerima program, khususnya siswa sekolah, benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jangan sampai hak penerima program tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Itu yang sedang kami pantau,” katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini Satgas MBG baru menindaklanjuti laporan yang terjadi di wilayah Kota Sumbawa. Sementara laporan serupa di Kecamatan Alas masih akan ditelusuri lebih lanjut.
Jika setelah proses evaluasi ditemukan ketidaksesuaian yang berulang, Satgas MBG Kabupaten Sumbawa tidak menutup kemungkinan mengambil langkah tegas. Yakni dengan melaporkan persoalan tersebut ke pemerintah pusat.
“Kalau setelah evaluasi masih terjadi hal yang sama, kami akan bersurat ke Badan Gizi Nasional. Laporan tersebut tentu disertai bukti-bukti terkait keluhan masyarakat,” tegas Rusmayadi.