Mudik Lebaran: Tradisi Pulang Kampung yang Selalu Dinanti
- 13 Mar 2026 09:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, suasana diberbagai daerah mulai terasa berbeda. Terminal, pelabuhan, dan bandara dipadati masyarakat yang bersiap melakukan perjalanan pulang kampung atau yang lebih dikenal dengan tradisi mudik lebaran. Tradisi tahunan ini bukan sekedar perjalanan jauh, tetapi menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga dikampung halaman.
Bagi sebagian orang, mudik adalah perjalanan penuh perjuangan. Mereka rela menempuh perjalanan berjam-jam bahkan berhari-hari demi bertemu orang tua, saudara, dan kerabat. Tiket transportasi yang cepat habis, kepadatan lalu lintas, hingga antrean panjang diterminal menjadi bagian dari cerita perjalanan mudik setiap tahunnya.
Di Terminal Mandalika, Kota Mataram, menjelang lebaran. Agen bus malam tujuan Pulau Sumbawa seperti, ke Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Bima maupun ke Kota Bima atau yang berangkat ke pulau Jawa, sudah banyak calon penumpang yang memesan tiket lebih awal, meskipun akan berangkat H-2 lebaran. Banyak perantau yang bekerja ataupun mahasiswa yang menempuh Pendidikan di Kota Mataram memilih pulang untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga.
Tidak hanya transportasi darat, Pelabuhan penyeberangan juga mengalami peningkatan jumlah penumpang. Kendaraan pribadi, sepeda motor, hingga mobil keluarga berjejer di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur menunggu giliran menyeberang menuju Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat .

Meski harus menghadapi perjalanan Panjang dan padat, dan harga tiket naik khususnya harga tiket bus yang berangkat ke pulau Sumbawa, untuk Bus biasa dari harga normal Rp. 250.000 naik menjadi Rp. 280.000, demikian juga untuk harga tiket Bus yang mewah dari harga Rp. 280.000 mengalami kenaikan mencapai Rp. 320.000 atau rata-rata mengalami kenaikan 28 persen. Meski demikian kenaikan harga tiket tersebut masih tetap diburu masyarakat untuk pulang mudik kampung halaman tetap tinggi.
Mudik lebaran juga membawa dampak ekonomi bagi Masyarakat. Pedagang makanan dan penjual oleh-oleh seperti buah-buahan hingga usaha transportasi mendapatkan peningkatan pedapatan selama musim mudik. Disisi lain, pemerintah dan aparat keamanan turut meningkatkan pengamanan dan pelayanan agar perjalanan masyarakat mudik lebaran berlangsung aman dan lancar.
Lebih dari sekedar perjalanan, mudik adalah simbol kerinduan dan kebersamaan. Setelah setahun merantau dan bekerja di Kota Mataram jauh dari keluarga, lebaran menjadi waktu yang tepat untuk kembali, saling memaafkan dan mempererat tali silaturrahmi dengan keluarga. (RRI/Joe).