Desa Wisata Tondok Bakaru

  • 26 Mei 2024 13:08 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamasa : Desa wisata Tondok Bakaru merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Desa ini berada tepat dibawah kaki gunung Mambulilling, salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Barat yang ketinggiannya mencapai 2.741 m diatas permukaan laut. Desa Tondok Bakaru ini juga merupakan desa terakhir yang harus dilalui sebelum memasuki wilayah Taman Nasional Gandang Dewata.

Untuk dapat menuju ke Desa Tondok Bakaru ini dari pusat kota Mamasa yang berjarak lebih kurang 1 Km, dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 5 menit saja. Desa Tondok Bakaru dianugerahi hamparan alam yang luas, maka tak heran jika desa ini memiliki cukup banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan.

1. Wisata Tanaman Anggrek

Budidaya tanaman anggrek di desa Tondok Bakaru ini berawal pada tahun 2017, dimana sejumlah pemuda mencoba untuk membudidayakan tanaman anggrek endemik Mamasa guna membantu perekonomian masyarakat setempat. Upaya pembudidayaan ini terus berkembang dari tahun ke tahun seiring semakin banyaknya pemuda dan masyarakat desa yang melakukan upaya pembudidayaan tanaman anggrek hingga setahun berikutnya terbentuklah sebuah komunitas pelaku budidaya tanaman anggrek Desa Tondok Bakaru. Alhasil saat ini di Desa Tondok Bakaru telah terdapat 10 kebun anggrek yang dapat menjadi destinasi wisata dan edukasi bagi para wisatawan yang datang berkunjung. Selain kebun anggrek, di Desa Tondok Bakaru juga telah terdapat gedung laboratorium, kultur jaringan dan green house demi mengoptimalkan upaya pengembangan budidaya tanaman anggrek melalui bantuan Bank Indonesia (BI) yang hingga saat ini masih dikelola dengan baik oleh BumDes.

2. Wisata Sawah dan Anggrek (SAWO)

Wisata ini menyajikan pemandangan berupa hamparan sawah yang kemudian dipadukan dengan area green house pengembangan tanaman anggrek. Perpaduan ini diatur dan ditata sedemikian rupa sehingga terlihat menarik dipandang mata. Di objek wisata ini pengelola menyediakan fasilitas penunjang berupa homestay, toilet, wifi, serta GH tanaman hias.

3. Wisata Citol Hill

Wisata Citol Holl berupa panorama alam yang menyajikan pemandangan hamparan sawah dibawah kaki gunung yang dikelilingi oleh perkampungan dan rumah-rumah penduduk yang masih tradisional. Suasana pagi hari menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke tempat ini karena wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan gumpalan awan putih yang mengelilingi lereng-lereng gunung. Pun demikian dengan suasana di sore hari dimana wisatawan akan dapat menikmati sunset dengan cahaya kuning keemasan dari tempat yang meyediakan beberapa spot foto menarik ini. Di tempat ini pengelola menyediakan fasiltas berupa homestay, dapur umum serta wifi. Bagi wisatawan yang menggemari kegiatan wisata outdoor, pengelola juga menyiapkan lahan untuk camping.

4. Wisata Hutan Pinus Bukit Lenong

Wisata ini seperti wisata hutan pinus ditempat lainnya yang memberikan perasaan sejuk dan segar. Area hutan pinus yang membentang seluas 2 ha serta deretan pohon-pohon pinus yang berjejer rapi dan bertingkat, kian menambah kesan bagi para pecinta wisata outdoor. Objek ini menawarkan beberapa spot foto yang menarik bagi para wisatawan, salah satunya yaitu di puncak hutan pinus dimana wisatawan dapat mengambil foto dengan latar belakang pemandangan persawahan serta pemandangan indah kota mamasa. Bagi wisatawan yang ingin berkemah, pengelola telah menyediakan tempat untuk mendirikannya. Tak perlu khawatir karena di objek wisata ini telah terdapat sejumlah kios dan toilet yang disediakan.

5. Rumah Adat Mamasa

Rumah adat Mamasa menjadi penunjang Desa wisata Tondok Bakaru dimana terdapat salah satu perkampungan tradisional di Dusun Tondok Bakaru dan Dusun Tusan yang menjadi tempat keberadaan sejumlah rumah adat Mamasa mulai dari Banua Bolong (Rumah Hitam), Banua Sura (Rumah Ukir), serta beberapa jenis rumah adat Mamasa lainnya yang masih dilengkapi dengan lumbung atau alang.

6. Kuliner dan Souvenir

Bagi para wisatawan yang ingin berwisata kuliner, Desa Tondok Bakaru juga turut menyediakan beragam kuliner khas Mamasa seperti Kopi Adelways, Keripik Sayur Lokal, Leong Beras Ketan, serta Ikan dan Masakan Khas Siput Sawah. Kopi Adelways merupakan kopi khas Mamasa yang pengolahan serta pengemasannya dilakukan oleh masyarakat Mamasa khususnya masyarakat Desa Tondok Bakaru. Sementara untuk ikan yaitu ikan mas dan ikan nila yang memang dibudidayakan oleh masyarakat sekitar.

Bagi wisatwan yang ingin berburu souvenir dan cinderamata untuk dijadikan oleh-oleh, Desa Tondok Bakaru juga menyediakan berbagai kerajinan khas berupa ukiran Mamasa yang berbentuk berbagai macam barang seperti gantungan kunci, bingkai foto, asbak ukir hingga miniatur rumah adat Mamasa. Selain itu terdapat pula pengrajin kain tenun tradisional, olahan minyak jelantah, Aneka anyaman rotan dan bambu serta kerajinan Okulele.

7. Komunitas Seni

Desa Tondok Bakaru juga telah melakukan upaya pelestarian kesenian tradisional. Hal ini terbukti dari telah banyaknya berdiri komunitas pegiat seni berupa sanggar seni yang dimotori oleh para pemuda setempat. Beberapa diantara sanggar seni tersebut bahkan telah sering tampil di event-event kesenian baik yang skala Kabupaten, Provinsi hingga ke tingkat Nasional.


Pada tahun 2022, Desa Tondok Bakaru ini bahkan berhasil masuk kedalam 50 besar terbaik dalam anugerah desa wisata (ADWI 2022) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bahkan dalam ajang ini, Desa Tondok Bakaru berhasil masuk menjadi 5 terbaik Desa Wisata kategori souvenir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....