YEKHALI Pulihkan Ekosistem Laut Pulau Karampuang

  • 12 Mei 2026 10:57 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju — Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI) melakukan upaya pemulihan ekosistem laut di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melalui program restorasi terumbu karang.

Direktur Eksekutif YEKHALI, Auliansyah, mengatakan program tersebut berawal dari keluhan nelayan terkait berkurangnya hasil tangkapan ikan di Pulau Karampuang.

”Tahun 2010 pertama kali diving di Pulau Karampuang, masa-masa itu masih banyak yang bisa dilihat, Shark kita masih ketemu, saat diving ketemu koral yang menurut saya tidak semua punya koral seperti itu. Nah sering berjalan waktu ternyata perubahan-perubahan itu terjadi, saya dan teman-teman sering ketemu nelayan dari Pulau Karampuang di Kalimantan Timur, mereka mengeluh ikannya makin jarang. Nah, itulah yang memotivasi kami kenapa kami kembali ke Pulau Karampuang," jelasnya dalam dialog interaktif Ngobrol Bareng Komunitas (NGOBRAS) Pro 1 RRI Mamuju, Minggu malam, 10 Mei 2026.

Dalam program tersebut, YEKHALI melakukan transplantasi karang menggunakan metode reef star atau rangka besi sebagai media tumbuh karang. Sebanyak 1.500 fragmen karang ditanam dan dipantau secara rutin selama dua tahun.

Selain fokus pada pemulihan terumbu karang, program tersebut juga melibatkan masyarakat lokal Pulau Karampuang dalam proses monitoring dan perawatan ekosistem laut.

”Kami dan tim itu sangat optimis, kalau ini dimasifkan kemudian partisipasi kelompok masyarakat kita tingkatkan atau diperluas partisipasinya, kami meyakini pasti apa yang sudah kita lakukan bisa diulang dengan luasan yang lebih masif. Kuncinya adalah partisipasi masyarakat lokal," jelasnya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat penting agar muncul rasa memiliki terhadap kawasan konservasi yang telah dipulihkan.

YEKHALI berharap program konservasi laut tersebut dapat terus berkembang dan diperluas ke sejumlah wilayah pesisir lainnya di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....