Passapu Ikat Kepala Pria Sulawesi
- 07 Okt 2025 16:23 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Passapu merupakan penutup kepala khas masyarakat Sulawesi khususnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sejak zaman dahulu Passapu tidak hanya menjadi sekadar ikat kepala bagi para kaum lelaki, pun menjadi simbol tradisi dan kekuatan. Tidak hanya menjadi pelengkap pakaian adat namun juga merupakan lambang kehormatan, kebijaksanaan dan identitas sosial.
Dahulu kala yang dapat menggunakan Passapu hanyalah kaum pria dari keluarga kerajaan atau bangsawan serta para ksatria pemberani. Penggunaannya pun memiliki aturan tersendiri, jika Passapu yang digunakan oleh seorang panglima berdiri tegak keatas itu menandakan bahwa panglima beserta pasukannya telah siap untuk berperang. Akan tetapi jika Passapu yang digunakan agak terjatuh ke bawah dan tidak tegak lurus artinya bahwa tengah melaksanakan ritual adat.
Berdasarkan jenis lipatannya, Passapu setidaknya terdiri atas dua macam yaitu Passapu Patinra dan Passapu Padompe. Passapu Patinra adalah jenis Passapu dengan bentuk segitiga dan tegak lurus keatas serta lipatan melintang dibagian bawahnya. Passapu jenis ini biasanya digunakan oleh kaum bangsawan dan para ksatria pemberani. Sedangkan Passapu Padompe merupakan jenis Passapu yang terbagi menjadi tiga macam yaitu Putara Padompe, Putara Bereng-bereng, dan Putara Paerang. Putara Padompe digunakan oleh panglima kerajaan, Putara Bereng-bereng digunakan oleh para anak bangsawan dan para ksatria, sedangkan Putara Paerang digunakan oleh para Anrong guru pakarena.
Saat ini penggunaan Passapu masih banyak digunakan terutama pada setiap ritual adat, pernikahan, maupun festival budaya. Passapu saat ini juga dipandang sebagai lambang kegagahan dan keteguhan hati serta menyimpan makna kesopanan. Saat ini penggunaan Passapu tidak terbatas pada para bangsawan saja, namun siapapun dapat menggunakannya sebagai kebanggaan akan simbol warisan leluhur dan kearifan lokal yang harus terus dijaga kelestariannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....