Sandeq Sebagai Warisan Budaya Simbol Kehebatan Maritim Mandar

  • 28 Sep 2025 08:14 WIB
  •  Mamuju

KBAn, Mamuju : Seperti kebanyakan suku lainnya di Indonesia, masyarakat suku Mandar yang mendiami Provinsi Sulawesi Barat sejak dahulu kala telah dikenal dan disegani sebagai salah satu masyarakat yang handal menaklukkan hamparan luas lautan biru.

Tak ayal, kemampuan ini menjadikan masyarakat Mandar pun disematkan julukan sebagai pelaut ulung bersama beberapa suku lainnya di Indonesia. Tidaklah berlebihan rasanya menyebut demikian, mengingat sejarah yang mencatat bahwa masyarakat Mandar bahkan mampu berlayar hingga mencapai daratan Papua Nugini.

Berdasarkan catatan sejarah diketahui bahwa kemampuan masyarakat Mandar dalam mengarungi lautan telah diwariskan oleh nenek moyang mereka sejak zaman dahulu kala. Selain karena kemampuan dan semangat yang tinggi, hal ini juga didasari oleh kondisi geografis tanah Mandar yang dianggap tidak subur sehingga tidak cocok untuk dijadikan ladang dalam bercocok tanam.

Dalam mengarungi lautan, masyarakat Mandar menggunakan perahu tradisional yang menjadi ciri khas mereka yaitu Perahu Sandeq. Perahu ini dikenal dengan bentuknya yang ramping dan runcing.

Bentuk perahu yang aerodinamis ditambah keberadaan layar yang terbilang besar untuk ukuran perahu yang tidak besar, memungkinkan Perahu Sandeq untuk berlayar dalam kecepatan tinggi.

Perahu Sandeq yang pada zaman dahulu hanya dimanfaatkan sebagai alat transportasi laut dan alat pengangkut hasil nelayan, kini telah dijadikan sebagai warisan dan identitas budaya masyarakat Mandar karena dianggap mewakili simbol kehebatan maritim nenek moyang masyarakat Mandar.

Satu perahu Sandeq biasanya akan memiliki delapan orang awak atau yang oleh masyarakat Mandar disebut sebagai Passandeq. Jumlah Passandeq tersebut juga memiliki arti filosofis mencakup kepemiminan, kerjasama, kebersamaan, serta kemampuan untuk saling mengimbangi.

Oleh karena entitas Sandeq sebagai suatu kearifan lokal warisan leluhur yang senantiasa harus dijaga kelestariannya, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjadikan perlombaan perahu Sandeq sebagai agenda rutin yang diselenggarakan tiap tahunnya dalam rangka memperingati hari jadi provinsi Sulawesi Barat di bulan september.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....