Imam Lapeo, Waliullah dari Tanah Mandar
- 30 Jan 2025 08:13 WIB
- Mamuju
KBRN, Polman : Tahun 1839 di daerah Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat lahirlah seorang anak yang kelak menjadi Ulama masyhur di kalangan Masyarakat Mandar. Anak tersebut kemudian diberi nama Junaihin Namli oleh kedua orang tuanya, namun ketika beranjak remaja namanya kemudian diganti menjadi Muhammad Thahir oleh sang guru Syekh Alwi Jamalullail bin Sahel.
Beliau kemudian dikenal sebagai Imam Lapeo karena jasanya mendirikan sebuah masjid di wilayah Lapeo Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, dimana beliau menjadi imam sekaligus guru bagi banyak orang di masjid tersebut.
Sejak kecil, Imam Lapeo dikenal sebagai sosok yang haus akan ilu pengetahuan terutama ilmu pengetahuan tentang keagamaan. Oleh karenanya, beliau bahkan menuntut ilmu dari banyak guru di banyak tempat seperti Pare-Pare dan Pangkep di wilayah Sulawesi Selatan, serta di Padang, Sumatera Barat. Selang beberapa tahun menuntut ilmu di Padang, Imam Lapeo bahkan berkelana ke tanah Arab yakni di Makkah untuk memperdalam pengetahuan agamanya. Perjanalanan Imam Lapeo dalam meperdalam pengetahuan agamanya kemudian dilanjutkan ke negeri Turki dimana ditempat inilah beliau kemudian mempelajari tarekat Syadziliyah.
Bagi orang Mandar, Imam Lapeo dianggap sebagai waliullah dengan segala karomah dan kesakralannya. Hal ini menjadikan beliau sebagai teladan bagi masyarakat Mandar dengan segala karismanya. Berbekal ilmu yang didapatkan dari perjalanannya, Imam Lapeo kemudian terus menyebarkan dan mengajarkan ilmu tentang ajaran islam di kalangan masyarakat mandar. Dalam menyebarkan ajaran agama Islam, Imam Lapeo terutama melakukannya melalui tiga cara yaitu pernikahan, pendidikan, dan Tasawuf yang terutama dilakukannya kepada kalangan masyarakat yang pada masa itu masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme terutama doti (sihir).
Imam Lapoe wafat pada tanggal 17 Juni 1952 dan dimakamkan di halaman Masjid Nur Al-Taubah yanf didirikannya di Lapeo. Meski telah wafat, kisah tentang karomah Imam Lapeo masih banyak yang diceritakan secara turun temurun secara lisan dan diyakini kebenarannya hingga saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....