Rumah Katut Indonesia Kembangkan Pembelajaran UMKM Berbasis Katuk
- 29 Apr 2026 09:27 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID,Mamuju – Rumah Katut Indonesia hadir sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan komoditas katuk berbasis masyarakat. Hal ini disampaikan pengelola Rumah Katut Indonesia, Ali Insyafani, dalam program UMKM Bicara di RRI Mamuju, Senin (27 April).
Ali Insyafani menjelaskan, tanaman katuk sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat. Namun, seiring berkembangnya penelitian, katuk kini menjadi komoditas yang diminati hingga masuk dalam komunitas ekspor bersama kelor dan kelapa.
“Katuk ini termasuk tanaman yang dicari, bahkan sudah masuk komunitas ekspor. Tidak harus dalam skala besar, UMKM pun bisa ikut ekspor,” ujar Ali
Menurutnya, Rumah Katut Indonesia berperan mendampingi petani agar tidak hanya menjual daun segar. Daun katuk diolah melalui proses pengeringan agar lebih tahan lama dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Menurutnya, metode pengolahan disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Untuk pakan ternak, pengeringan cukup menggunakan sinar matahari, sedangkan untuk konsumsi manusia menggunakan metode khusus guna menjaga kualitas nutrisi.
Produk utama yang dikembangkan adalah tepung katuk . Tepung ini menjadi bahan baku bagi pelaku UMKM untuk menghasilkan berbagai produk olahan seperti mie, teh, hingga brownies katuk.
“Dari tepung ini, masyarakat sudah bisa langsung mengolah menjadi produk jadi. Nilai ekonominya meningkat dan peluang usahanya terbuka luas,” jelasnya.
Selain untuk pangan, katuk juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya tinggi. Pemanfaatan ini bahkan mampu meningkatkan produksi susu pada sapi perah dan mendukung penggemukan ternak unggas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....