Pickleball dan Padel Meledak di Perkotaan, Sekaligus Ajang Sosialisasi Baru

  • 29 Agt 2026 18:53 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dua olahraga raket, pickleball dan padel, tengah mengalami lonjakan popularitas luar biasa di kalangan masyarakat urban Indonesia. Lapangan-lapangan baru bermunculan di kawasan perumahan, pusat perbelanjaan, hingga taman kota, menjadikan keduanya bukan sekadar olahraga, melainkan juga gaya hidup dan sarana bersosialisasi.

Berdasarkan laporan ekosistem olahraga raket di Indonesia, tingkat okupansi lapangan tenis mencapai 80 persen, disusul padel di angka 75 persen, jauh melampaui pickleball yang berada di level 41 persen dan squash pada 18 persen.

Meski begitu, pickleball tercatat memiliki sebaran usia pemain paling merata dibanding cabang olahraga raket lain: dewasa muda menyumbang 35,80 persen, dewasa 34,80 persen, sementara kelompok lansia di atas 61 tahun mencapai 14,50 persen, hampir setara dengan partisipasi kelompok junior sebesar 14,90 persen.

Pickleball sendiri mulai digandrungi luas di Indonesia sejak awal 2025, ditandai dengan digelarnya sejumlah turnamen seperti Jakarta Pickleball Championship dan Pickleball Indonesia Open yang disponsori Indonesia Pickleball Federation. Olahraga ini digemari karena tergolong mudah dipelajari, ramah untuk segala usia, dan tidak membutuhkan kekuatan fisik seketat olahraga raket lain, dengan pembakaran kalori berkisar 350 hingga 600-plus per jam permainan.

Fenomena ini turut mengubah wajah bisnis retail olahraga di Tanah Air. Sejumlah pelaku usaha kini menggarap bisnis berbasis komunitas, tidak lagi sekadar menjual peralatan olahraga, melainkan turut membangun ekosistem sosial di sekitar tenis, padel, dan pickleball melalui klub, turnamen komunitas, dan sesi latihan bersama.

Namun, popularitas yang meroket juga membawa tantangan baru. Studi mengenai dampak lingkungan dari lapangan pickleball dan padel menemukan hampir tiga dari empat warga yang tinggal dalam radius 300 meter dari lapangan mengaku bisa mendengar suara permainan hingga ke dalam rumah, dan delapan dari sepuluh responden menyatakan kebisingan tersebut secara konsisten mengganggu waktu istirahat mereka. Temuan ini memunculkan diskusi baru soal tata ruang dan zonasi pembangunan fasilitas olahraga di tengah permukiman padat penduduk.

Ledakan pickleball dan padel merupakan bagian dari tren besar olahraga berbasis komunitas yang tengah mengubah wajah gaya hidup urban Indonesia, sejalan dengan menjamurnya pusat kebugaran terpadu di kota-kota besar yang menggabungkan gym, wellness, dan ruang komunitas dalam satu kawasan.

Di balik lonjakan popularitasnya, fenomena pickleball dan padel menegaskan bagaimana olahraga kini tak lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan juga ruang sosial baru bagi masyarakat urban untuk bertemu, berjejaring, sekaligus menunjukkan gaya hidup di media sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....