Runcation, Tren Lari Sambil Healing yang Gabungkan Olahraga dan Liburan

  • 29 Agt 2026 08:03 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Istilah "runcation", gabungan dari running dan vacation, semakin populer di kalangan pelari sebagai cara baru menikmati liburan. Alih-alih sekadar rebahan di destinasi wisata, para penggiat tren ini memilih berlari menyusuri lanskap kota atau alam baru, lalu mengabadikannya lewat konten media sosial.

Runcation pada dasarnya adalah perjalanan liburan yang dipadukan dengan agenda lari, baik dalam bentuk mengikuti event lari resmi di kota atau negara lain, maupun sekadar menjajal rute lari baru saat traveling. Tren ini digemari karena menawarkan cara menikmati destinasi secara lebih personal dan mendalam dibanding sekadar berwisata pasif, sekaligus tetap menjaga rutinitas kebugaran selama masa liburan.

Di Indonesia, semangat serupa tercermin dari menjamurnya event lari bertema healing yang memadukan olahraga dengan promosi wisata daerah. Salah satu contohnya adalah Koba Healing Run 2026 di Kota Koba, Bangka Tengah, dengan mengusung tema "Lari Sehat, Bahagia, Bersama" dan pesan "Bugar Bangsaku, Lestari Budayaku".

Event dengan kategori 5K Fun Run dan 10K Open Run ini telah diikuti lebih dari 1.000 peserta terdaftar, dan dirancang bukan cuma sebagai ajang kompetisi, melainkan juga sarana rekreasi, interaksi sosial, hiburan, sekaligus promosi ekonomi daerah.

Contoh lain datang dari erafone Run 2026 yang digelar di Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu, Kabupaten Bandung, menawarkan pengalaman lari sekaligus menikmati keindahan alam pegunungan. Pola serupa juga terlihat dari BrookFarm Almond Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta yang diikuti lebih dari 5.000 pelari, menegaskan bahwa event lari kini dirancang sebagai pengalaman menyeluruh, bukan sekadar kompetisi lari semata.

Setelah menuntaskan rute lari, para peserta umumnya tak lupa mengunggah momen tersebut ke media sosial, mulai dari swafoto di garis finis, pemandangan sepanjang rute, hingga suasana kuliner khas daerah yang dinikmati usai berlari. Konten semacam ini turut mendorong efek berantai bagi promosi pariwisata dan UMKM lokal di sekitar lokasi acara.

Fenomena runcation sejalan dengan pergeseran makna olahraga di masyarakat urban, dari sekadar aktivitas fisik menjadi bagian dari gaya hidup fit yang holistik, memadukan kebugaran, healing mental, eksplorasi tempat baru, dan aktualisasi diri di ruang digital.

Runcation menunjukkan bagaimana batas antara olahraga, wisata, dan konten media sosial semakin kabur di era digital. Bagi sebagian orang, lari bukan lagi sekadar rutinitas kebugaran, melainkan juga cara baru menikmati perjalanan sekaligus merawat kesehatan mental di tengah rutinitas yang padat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....