Cara Santai tapi Ampuh Biar Gak Gampang Kegocek Berita Palsu

  • 30 Mar 2026 17:23 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Hoaks dan clickbait masih marak berseliweran di grup percakapan hingga media sosial. Dampaknya bukan hanya salah paham, tapi juga memicu kepanikan dan perpecahan di masyarakat.

Fenomena membaca hanya dari judul tanpa menelusuri isi berita ikut memperburuk situasi. Kebiasaan ini membuat informasi setengah benar beredar seolah sudah terverifikasi.

Masyarakat diimbau lebih teliti memeriksa alamat situs, nama media, dan narasumber sebelum membagikan informasi. Media resmi dan lembaga kredibel menjadi rujukan utama untuk klarifikasi.

Langkah sederhana seperti menahan jari sebelum meneruskan pesan menjadi kunci memutus rantai hoaks. Sikap hati-hati ini bisa dimulai dari lingkup keluarga dan pertemanan terdekat.

Pemerhati literasi digital juga menekankan pentingnya membandingkan beberapa sumber berita. Bila hanya satu akun anonim yang memberitakan, publik diminta meningkatkan kewaspadaan.

Penguatan literasi digital dinilai sejalan dengan peran RRI sebagai rujukan informasi terpercaya. Siaran dan konten edukatif diharapkan membantu pendengar memilah informasi secara kritis.

Kolaborasi antara media, sekolah, dan komunitas menjadi strategi jangka panjang menangkal hoaks. Kegiatan diskusi, kelas literasi, dan kampanye publik dinilai efektif menyasar generasi muda.

Dengan langkah kolektif itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan. Budaya cek fakta menjadi bagian dari keseharian di era serba daring.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....