Pemprov Sulbar Genjot Penanganan Stunting
- 31 Jul 2025 13:54 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Angka prevalensi stunting di Sulawesi Barat tercatat 35,4 persen, masih cukup jauh dari target ambisius pemerintah diangka 14 persen. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar ) terus meramu program sembari berupaya menekan angka tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperinda) Sulawesi Barat Junda Maulana, mengungkapkan bahwa saat ini prevalensi stunting di Sulbar masih sangat tinggi.
“Posisi stunting kita sebesar 35,4 persen. Jika di Sulbar setiap hari lahir 100 anak, maka sekitar 35 anak berisiko stunting. Bayangkan 10, 20, 30 tahun ke depan jika tidak kita tangani, kita akan menghadapi lost generation,” kata Junda pada Rapat Koordinasi Implementasi Penanganan Pencegahan Kemiskinan dan Stunting 2025 dan 2026 di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis, 31 Juli 2025.
Menurutnya, tingginya angka stunting menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di Sulbar.
“Sumber daya alam kita begitu besar, tetapi tidak akan berarti jika tidak dibarengi sumber daya manusia yang sehat. Penanganan stunting harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sulbar telah menyepakati sejumlah program melalui workshop pada 17 Juni 2025, yang akan dilaksanakan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, telah dibentuk tim terpadu untuk menangani kemiskinan dan stunting secara terintegrasi.
“Ini langkah strategis agar kita bisa menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas SDM untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Junda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....