Sekitar 800–900 Hektare Lahan di Polman Terdampak Kekeringan
- 06 Okt 2026 15:43 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Sekitar 800 hingga 900 hektare lahan di Polewali Mandar (Polman) terdampak kekeringan berdasarkan laporan sementara. Pemerintah akan melakukan asesmen berdasarkan usia tanaman untuk menentukan lahan yang paling membutuhkan bantuan.
Data itu disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat, Masnawi Malik, saat wawancara di RRI Mamuju, Selasa, 6 Oktober 2026. Menurutnya, laporan luas lahan terdampak tersebut masih dalam proses rekapitulasi.
Masnawi menjelaskan angka tersebut berasal dari laporan yang masuk pada bulan sebelumnya.
"Itu masih direkap. Di bulan kemarin laporannya ada sekitar 900-an di Polman, 800–900 hektare itu," ungkapnya.
Dalam asesmen, petugas memprioritaskan tanaman padi yang berusia sekitar 70 hari. Pada usia tersebut, padi memasuki fase pengisian bulir dan membutuhkan pasokan air yang cukup agar hasil panen dapat diselamatkan.
Masnawi menerangkan, usia tanaman menjadi tolok ukur utama untuk menentukan lahan yang kondisinya kritis.
"Kita coba lihat mana yang umurnya kritis. Umur padi itu misalnya 0–120 hari, dan padi itu kritis kalau umurnya 70 hari, karena sedang pengisian bulir. Di situ butuh air," katanya.
Untuk tanaman yang lebih muda, intervensi akan dipertimbangkan berdasarkan perbandingan antara biaya dan hasil yang diperoleh. Penggunaan pompa air, misalnya, membutuhkan bahan bakar minyak (BBM). Biaya penyelamatan tanaman karena itu harus disesuaikan dengan potensi hasil panen.
Masnawi menegaskan, biaya pompanisasi bisa lebih besar dari hasil yang diharapkan jika dilakukan dalam jangka waktu lama.
"Kalau kita mau intervensi selama sebulan, kalau dipompa kan butuh BBM, butuh yang lain. Biayanya akan lebih tinggi daripada hasil yang diharapkan," tutupnya.
Reporter : Hasmira
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....