Kelangkaan Solar Jadi Kendala Distribusi Air Bersih PMI Sulbar
- 03 Okt 2026 12:47 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi di wilayah Kabupaten Mamuju menjadi kendala bagi Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Barat dalam melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Kepala Markas PMI Provinsi Sulawesi Barat, Lukman, mengatakan dalam dua hari terakhir pihaknya kesulitan melakukan pendistribusian air bersih karena sulit mendapatkan bahan bakar solar. Pasalnya sebagian besar kendaraan yang digunakan PMI Sulbar untuk distribusi air bersih menggunakan solar.
"Dua hari terakhir ini kami agak sulit melakukan pendistribusian disebabkan dengan sulitnya mendapatkan bahan bakar solar karena mobil kami rata-rata itu menggunakan bahan bakar solar," ujarnya saat dihubungi RRI Mamuju melalui sambungan telepon, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Lukman, antrean untuk mendapatkan solar dapat menghabiskan waktu yang lama, sehingga dalam dua hari terakhir PMI Sulawesi Barat terpaksa menghentikan sementata distribusi air bersih di wilayah Kabupaten Mamuju.
"Untuk mendapatkan bahan bakar solar itu bisa makan waktu seharian, makanya dua hari terakhir ini kami tidak berjalan karena itu," katanya.
Lukman mengatakan PMI telah berinisiatif menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak Pertamina Patra Niaga agar kendaraan PMI yang digunakan untuk menyuplai air bersih mendapat prioritas pengisian BBM di SPBU wilayah Mamuju.
"Inisiatif kami, kami sudah sampaikan ke pihak Pertamina yang ada di Makassar untuk diprioritaskan kendaraan-kendaraan PMI yang mensuplai air di SPBU wilayah Mamuju," pungkasnya.
Lebih lanjut, Lukman berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa prioritas pengisian solar bagi kendaraan yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih. Menurutnya, meskipun jumlah BBM yang diberikan terbatas, prioritas tersebut setidaknya dapat membantu PMI tetap menjalankan operasional distribusi air bersih.
"Paling tidak adalah prioritas, sedikit pun tidak masalah kan tapi paling tidak kita bisa beroperasi," harapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....