Inflasi Tahunan Majene 2,24 Persen, Pangan Jadi Penyumbang Utama
- 02 Okt 2026 09:05 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Majene - Inflasi Kabupaten Majene pada September 2026 tercatat sebesar 2,24 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, inflasi tahun kalender sejak Januari hingga September 2026 mencapai 2,77 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majene, Dina Srikandi, mengatakan inflasi tahun kalender sebesar 2,77 persen menunjukkan akumulasi kenaikan harga yang terjadi selama sembilan bulan pertama 2026.
Menurutnya, angka tersebut menggambarkan perkembangan harga secara kumulatif sejak Januari hingga September.
“Inflasi tahun kalender ini menandakan bahwa dari bulan Januari sampai dengan September terjadi inflasi sebesar 2,77 persen. Bisa dikatakan ini adalah kumulatif inflasi yang terjadi,” ujar Dina, dalam rilis Berita Resmi Statistik yang digelar serentak, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dina menjelaskan, tekanan inflasi tahunan Majene pada September 2026 terutama berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,99 persen.
Sejumlah komoditas pangan menjadi pemicu utama kenaikan harga pada kelompok tersebut.
Komoditas yang memberikan kontribusi antara lain cabai rawit, cabai merah, air kemasan, dan ikan bandeng.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga kebutuhan konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan inflasi di Majene.
BPS Kabupaten Majene terus mencermati perkembangan harga sejumlah komoditas, khususnya pangan yang pergerakannya dapat memengaruhi inflasi dari waktu ke waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....