Mamuju Inflasi 0,11 Persen, Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama
- 02 Okt 2026 09:04 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Mamuju kembali mengalami kenaikan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju mencatat inflasi secara month to month (mtm) sebesar 0,11 persen dibandingkan Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Mamuju, Sundari Budiani, mengatakan angka tersebut menunjukkan secara rata-rata terjadi kenaikan harga barang dan jasa konsumsi masyarakat selama September.
“Pada bulan September 2026, kami mencatat secara month to month di Kabupaten Mamuju mengalami inflasi sebesar 0,11 persen,” ujar Sundari, dalam rilis Berita Resmi Statistik yang digelar serentak, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok komoditas pangan. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,26 persen terhadap inflasi Mamuju.
Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas pisang dengan andil 0,05 persen, kemudian cabai merah dan telur ayam ras masing-masing menyumbang 0,04 persen.
Sementara itu, ikan ekor kuning dan udang basah masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi melalui penurunan harga. Ikan cakalang menjadi komoditas dengan andil deflasi terbesar, yakni minus 0,20 persen.
“Penurunan harga ikan layang juga memberikan andil negatif sebesar minus 0,17 persen, sedangkan ikan bandeng menyumbang minus 0,05 persen,” tambahnya.
Sundari menjelaskan, pergerakan harga tersebut menunjukkan inflasi Mamuju pada September tidak terjadi secara merata pada seluruh komoditas. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan tertahan oleh penurunan harga beberapa jenis ikan.
BPS Mamuju mencatat inflasi 0,11 persen pada September 2026, dengan cabai rawit sebagai tekanan harga terbesar, sementara ikan cakalang menjadi penahan inflasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....