Inflasi Majene Periode September Diangka 0,56 Persen, Cabai Rawit Mendominasi

  • 01 Okt 2026 16:26 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene - Inflasi Kabupaten Majene kembali meningkat pada September 2026 setelah sebelumnya mengalami deflasi pada Agustus.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majene, Dina Srikandi, menyampaikan inflasi month to month (mtm) Majene pada September 2026 mencapai 0,56 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat deflasi sebesar 0,16 persen.

“Pada bulan September 2026, Kabupaten Majene mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,56 persen. Terjadi kenaikan inflasi lagi dibandingkan bulan sebelumnya, di mana di bulan Agustus kita mengalami deflasi sebesar 0,16 persen,” ujar Dina Srikandi dalam rilis Berita Resmi Statistik, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Majene pada September dengan andil mencapai 0,49 persen.

Tekanan inflasi terutama berasal dari sejumlah komoditas pangan. Cabai rawit menjadi salah satu komoditas utama yang mendorong kenaikan harga, disusul cabai merah, pisang, telur ayam ras, dan jeruk nipis.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga komoditas pangan masih menjadi faktor penting dalam perkembangan inflasi di Majene. Kenaikan harga bahan pangan strategis perlu menjadi perhatian, terutama untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Dengan inflasi September sebesar 0,56 persen, Majene kembali mencatat tekanan harga setelah sempat mengalami deflasi pada bulan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....