Dugaan Keracunan 20 Siswa, BGN Suspend SPPG Tabulahan Mamasa Selama 20 Hari

  • 29 Sep 2026 17:42 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamasa- Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sanksi berupa penghentian sementara atau suspend terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tabulahan Mamasa selama 20 hari.

Sanksi tersebut diberikan terhadap SPPG Tabulahan pasca 20 siswa dari empat sekolah di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 28 September 2026.

Koordinator Makan Bergizi Gratis Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sulawesi Barat, Firazh Ahmadila, mengatakan sanksi tersebut telah diberikan oleh BGN Pusat menyusul kejadian yang dialami para siswa.

"Terkait dengan kejadian fatal, dugaan KLBKP pada SPPG Mamasa Tabulahan-Tabulahan SPPG-nya sudah disuspend selama 20 hari ke depan oleh Badan Gizi Nasional Pusat," katanya saat dihubungi RRI Mamuju, Selasa, 29 September 2026.

Sementara itu, sampel makanan dari SPPG tersebut telah dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa ke Balai POM Mamuju untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Saat ini BGN juga masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut guna mengetahui kondisi sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

"Sampel makanan sudah dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa ke Balai POM Mamuju untuk dilakukan uji sampel makanan pada SPPG," ujarnya.

Ia memaparkan, dari 20 siswa terdampak, 15 orang telah diperbolehkan pulang, sementara empat lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Tabulahan. Satu siswa lainnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Mamuju karena selain mengonsumsi MBG, siswa tersebut juga memiliki penyakit bawaan.

Para siswa tersebut berasal dari SMPN 1 Tabulahan, SMPN 6 Tabulahan, SMKN 1 Tabulahan, dan SD Negeri 017 Pepatian.

"Fokus utama kami saat ini adalah penanganan para korban yang telah terdampak, jadi total ada 20 siswa yang terdampak. Satu pasien dirujuk ke rumah sakit umum daerah di Mamuju karena satu ini tidak hanya mengkonsumsi MBG namun juga ada penyakit bawaan," pungkasnya

Lebih lanjut, Firazh menegaskan BGN juga akan bertanggung jawab penuh terhadap biaya kesehatan para siswa yang menjalani perawatan akibat kejadian tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....