Dugaan Keracunan, 20 Siswa di Tabulahan Mamasa Dilarikan ke Puskesmas
- 29 Sep 2026 13:50 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamasa- Sebanyak 20 siswa dari empat sekolah di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 28 September 2026. Saat ini 14 siswa sudah diperbolehkan untuk pulang, 4 siswa masih dirawat di Puskesmas Tabulahan, dan 1 lainnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Mamuju.
Koordinator Makan Bergizi Gratis Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sulawesi Barat, Firazh Ahmadila, mengatakan penanganan terhadap para siswa menjadi fokus utama setelah kejadian tersebut.
" Dari 20 siswa terdampak, 15 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 4 lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Tabulahan. Satu siswa lainnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Mamuju karena selain mengonsumsi MBG, siswa tersebut juga memiliki penyakit bawaan," ujarnya saat dihubungi RRI Mamuju, Selasa, 29 September 2026.
Ia mengatakan 20 siswa terdampak berasal dari SMPN 1 Tabulahan, SMPN 6 Tabulahan, SMKN 1 Tabulahan, dan SD Negeri 017 Pepatian.
"Sampai saat ini fokus utama kami saat ini adalah penanganan para korban yang telah terdampak, jadi total ada 20 siswa yang terdampak. Satu pasien dirujuk ke rumah sakit umum daerah di Mamuju karena satu ini tidak hanya mengkonsumsi MBG namun juga ada penyakit bawaan," ujarnya
Menanggapi kejadian tersebut, Firazh mengaku BGN telah memberikan sanksi penghentian sementara atau suspend terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tabulahan Mamasa. Penghentian sementara tersebut dilakukan selama 20 hari ke depan.
"Terkait dengan kejadian fatal, dugaan KLBKP pada SPPG Mamasa Tabulahan-Tabulahan SPPG-nya sudah disuspend selama 20 hari ke depan oleh Badan Gizi Nasional Pusat," katanya.
Sementara itu, sampel makanan dari SPPG tersebut telah dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa ke Balai POM Mamuju untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk mengetahui kondisi sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
"Sampel makanan ini sudah dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa ke Balai POM Mamuju untuk dilakukan uji sampel makanan pada SPPG," ujarnya.
Lebih lanjut, Firazh mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan penanganan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....