Dampak Kekeringan, 200 Hektare Jagung Gagal Panen di Mamuju

  • 17 Sep 2026 12:42 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kekeringan mulai berdampak serius terhadap produksi jagung di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Sekitar 200 hektare lahan jagung dilaporkan mengalami gagal panen akibat minimnya ketersediaan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju, Sofyan, mengatakan dampak kekeringan dirasakan sejumlah wilayah sentra pertanian, di antaranya Kecamatan Tapalang, Tapalang Barat, Simboro, Mamuju, hingga Kalukku.

"Jagung memang sangat berdampak juga di wilayah misalnya Tapalang, Tapalang Barat, Simboro, Mamuju bahkan ke Kalukku. Banyak yang juga kegagalan panen, kurang lebih 200 hektare," ujar Sofyan, saat diwawancara di Kantor RRI Mamuju, Kamis, 17 September 2026.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju menyiapkan intervensi untuk membantu petani yang terdampak. Salah satunya melalui penyaluran bantuan benih jagung untuk sekitar 3.000 hektare lahan.

Menurut Sofyan, bantuan tidak hanya diberikan kepada petani jagung. Pemerintah juga menyiapkan bantuan benih padi untuk sekitar 3.000 hektare sebagai langkah antisipasi dampak kekeringan terhadap tanaman pangan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban petani, terutama dari sisi biaya produksi, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah ancaman kekeringan.

"Termasuk juga bantuan benih padi kepada daerah-daerah, kurang lebih 3.000 hektare benih padi kita akan turunkan untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini kepada petani-petani yang terdampak," kata Sofyan.

Ia menambahkan, intervensi pemerintah diarahkan untuk mengurangi biaya yang harus ditanggung petani setelah mengalami dampak kekeringan. Dengan demikian, petani tetap memiliki kesempatan untuk kembali menanam dan mempertahankan produksi pangan.

"Sehingga ada intervensi pemerintah ke sana untuk mengurangi biaya produksi mereka di masing-masing tanaman," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....