Inflasi Sulbar Terkendali diangka 2,29 Persen
- 11 Sep 2026 18:24 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) Sulawesi Barat periode Agustus 2026 terkendali diangka 2,29 persen. Kenaikan harga tersebut terutama didorong komoditas pangan, dengan ikan layang menjadi penyumbang terbesar.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Barat, M. S. Alim Sudiasto, mengatakan inflasi yoy 2,29 persen merupakan perbandingan tingkat harga pada Agustus 2026 terhadap Agustus 2025.
"Inflasi year-on-year Agustus 2026 sebesar 2,29 persen merupakan perbandingan harga antara bulan Agustus 2026 dibandingkan terhadap Agustus 2025," ujar Alim, saat diwawancara via telepon, Jumat, 11 September 2026.
Ia menyebut, ikan layang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yakni sebesar 0,31 persen. Komoditas tersebut kemudian diikuti ikan cakalang dengan andil 0,29 persen.
“Selain komoditas perikanan, tekanan inflasi tahunan juga berasal dari emas perhiasan sebesar 0,20 persen, kemudian cabai rawit dan sigaret kretek mesin, yang masing-masing memberikan andil 0,14 persen,” tambahnya.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga komoditas perikanan masih menjadi salah satu faktor dominan dalam membentuk inflasi Sulawesi Barat. Dua jenis ikan, yakni layang dan cakalang, secara kumulatif memberikan andil 0,60 persen terhadap inflasi tahunan.
BPS mencatat kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi, mengingat komoditas pangan, khususnya ikan, memiliki kontribusi cukup besar terhadap perubahan harga konsumen di Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....