Karhutla di Mamuju Tembus 40 Kejadian, Dua Armada Damkar Alami Gangguan
- 09 Sep 2026 14:11 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami peningkatan sepanjang Agustus hingga September 2026. Hingga saat ini, tercatat sekira 40 kejadian kebakaran yang ditangani petugas pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Kabupaten Mamuju, Randy Noertadi, mengatakan peningkatan kejadian karhutla cukup signifikan dalam dua bulan terakhir, sejumlah wilayah bahkan menjadi titik yang berulang kali dilanda kebakaran.
“Untuk update kondisi kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Mamuju ini, untuk bulan Agustus dan September ini ada peningkatan. Data yang kami punya ini sudah hampir kurang lebih dari 40 kejadian,” ujar Randy, saat diwawancara, Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, titik kejadian karhutla terbanyak masih berada di Desa Sumare, Rangas, dan Malawa. Namun, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi tersebut.
Randy menyebut, penelusuran terkait pemicu kebakaran dan pihak yang diduga terlibat masih dilakukan oleh kepolisian.
“Kami belum bisa memastikan pemicu utamanya apa, tapi teman-teman dari Kepolisian sendiri sudah mencari apa penyebabnya dan siapa yang terindikasi untuk kejadian kebakaran begitu,” katanya.
Di tengah meningkatnya kejadian karhutla, kondisi armada pemadam kebakaran juga menjadi perhatian. Damkar Kabupaten Mamuju saat ini memiliki empat armada, terdiri dari tiga armada penembak dan satu armada suplai air.
Namun, dua armada di antaranya mengalami gangguan setelah intensif digunakan untuk menangani kebakaran.
“Damkar Mamuju ini memiliki empat armada, tiga penembak, satu supply. Tapi ada dua armada kami yang mengalami trouble karena bekerja keras menghadapi karhutla ini,” jelas Randy.
Randy memastikan perbaikan terhadap dua armada tersebut sedang dilakukan agar seluruh kekuatan operasional Damkar dapat kembali dimaksimalkan dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di tengah meningkatnya kejadian karhutla.
Ia menegaskan, peningkatan jumlah kejadian dan keterbatasan armada yang siap beroperasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Kondisi tersebut sekaligus menuntut kewaspadaan masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....