Angka Stunting Sulbar 27,25 Persen, Lima Kabupaten Masih Jadi Perhatian
- 07 Sep 2026 17:37 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Angka stunting di Sulawesi Barat menunjukkan penurunan pada 2026. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan kabupaten melalui puskesmas, prevalensi stunting tercatat 27,25 persen, turun dibandingkan hasil Survei Kesehatan sebelumnya yang mencapai sekitar 35 persen.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, mengatakan angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi data yang berasal dari pengelola di tingkat puskesmas dan dihimpun Dinas Kesehatan kabupaten.
“Sekarang ini perkembangan untuk stunting dari data yang kami terima berasal dari teman-teman pengelola di tingkat puskesmas yang direkap oleh teman-teman di Dinas Kesehatan Kabupaten. Alhamdulillah kita berada di posisi 27,25 persen pada tahun 2026,” ujar Nursyamsi, saat diwawancara tim reporter RRI Mamuju, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan perkembangan positif jika dibandingkan dengan hasil survei kesehatan sebelumnya yang berada di angka sekitar 35 persen.
Meski mengalami penurunan, persoalan stunting di Sulawesi Barat masih membutuhkan perhatian serius. Nursyamsi menyebut Kabupaten Majene mencatat angka stunting tertinggi diangka 32,01 persen, sementara Mamuju Tengah menjadi daerah dengan angka terendah yakni 18,84 hingga 26,3 persen.
“Kalau kita bandingkan dengan yang sebelumnya pada saat survei kesehatan itu di posisi 35 persen. Sekarang dengan data dari e-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan BGM (Bawah Garis Merah) yang berasal dari teman-teman di Dinas Kesehatan Kabupaten itu posisinya 27,25 persen,” jelasnya.
Nursyamsi menegaskan, pemerintah daerah masih memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah yang dinilai memiliki persoalan stunting cukup tinggi.
Lima daerah yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat yakni Kabupaten Mamasa, Majene, Pasangkayu, Mamuju, dan Polewali Mandar.
“Mamasa dan Majene itu tinggi,” katanya.
Dinas Kesehatan Sulawesi Barat memastikan pemantauan data stunting terus dilakukan melalui puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten. Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan wilayah yang membutuhkan intervensi lebih intensif dalam penanganan stunting.
Penurunan angka hingga 27,25 persen menjadi sinyal positif, namun masih tingginya prevalensi di sejumlah kabupaten menunjukkan upaya pencegahan dan penanganan stunting belum dapat dihentikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....