Gubernur Suhardi Duka Serahkan Bantuan Ternak di Majene

  • 26 Agt 2026 14:01 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyerahkan bantuan ternak berupa kambing dan ayam petelur kepada kelompok tani dan ternak di Kabupaten Majene, Selasa, 25 Agustus 2026.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan sumber pendapatan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka mengatakan, pemerintah memiliki harapan besar untuk membangun Sulbar, mulai dari pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah saat ini.

"kita ingin membangun daerah ini dengan harapan kita yang sangat tinggi. Kita ingin menyelesaikan infrastruktur, masih banyak jalan kita yang belum baik. Kita ingin perbaiki semua sekolah supaya masa depan anak-anak kita terjamin. Kita juga ingin melayani kesehatan masyarakat dengan baik. Termasuk sumber-sumber pendapatan masyarakat kita ingin berbaiki," kata Suhardi Duka.

Menurutnya , kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini cukup berat. Karena itu, pemerintah harus menentukan skala prioritas dalam mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Meski demikian, Suhardi Duka menegaskan, Pemprov Sulbar tetap berkomitmen mendukung pemerintah kabupaten, termasuk Kabupaten Majene.

Ia menyebut Kabupaten Majene mendapat tambahan anggaran sekira Rp200 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan belanja, termasuk pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan kebutuhan lainnya.

"Dengan demikian, persoalan pegawai di Kabupaten Majene selesai. Bahkan seluruh Provinsi Sulbar selesai persoalan pegawai. Kami juga sudah tambahkan untuk PPPK 4 bulan dan sedikit juga yang lainnya," ujarnya.

Suhardi Duka juga memastikan pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh Sulbar tidak boleh terhambat akibat keterbatasan anggaran. Ia mengatakan Pemprov bersama enam pemerintah kabupaten di Sulbar berkomitmen agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan di seluruh institusi kesehatan yang ada di Sulbar.

"Alokasi anggaran, kalau tidak cukup sebagian dibantu oleh provinsi. Jadi kita saling menopang. Ada kabupaten yang kurang mampu, kita topang. Itulah kehadiran provinsi," ungkap Suhardi Duka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....