Kemerdekaan Harus Diisi dengan Keberanian Memperjuangkan Hak

  • 25 Agt 2026 08:29 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui keberanian masyarakat memperjuangkan hak dan menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Penyuluh Antikorupsi Sulawesi Barat, Ustaz Taufiq Abdullah, dalam refleksinya mengenai makna kemerdekaan.

Taufiq mengatakan, momentum kemerdekaan semestinya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertanyakan kembali apakah kemerdekaan yang telah diraih benar-benar telah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Setiap orang akan berpikiran dalam kondisi fenomena. Saya terjajah, tapi satu pertanyaan, apakah kita yang terjajah mau merdeka?" ujar Taufiq, saat menjadi narasumber di dialog RRI Mamuju, Minggu 23 Agustus 2026.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia secara de facto telah diakui, namun tantangan berikutnya adalah bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan tersebut secara nyata.

"Kalau kemarin itu kemerdekaan secara de facto, orang akui. Apakah di atas kertas kita benar-benar merdeka? Nah, sekarang saatnya kita mengisi kemerdekaan," katanya.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, ketika masyarakat merasa haknya belum terpenuhi, diperlukan keberanian untuk memperjuangkannya secara benar dan bertanggung jawab.

"Karena kemerdekaan adalah hak. Kalau selama ini kita tidak merdeka, merasa hak kita tidak sampai, maka ambil kembali haknya dalam bentuk kemerdekaan," ungkapnya.

Taufiq menilai, salah satu persoalan yang masih terjadi adalah kecenderungan masyarakat untuk diam ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan hak maupun kepentingan publik.

Menurutnya, sikap tersebut dapat muncul karena seseorang merasa persoalan tersebut bukan bagian dari hak yang perlu diperjuangkan.

"Kenapa sekarang orang cenderung diam? Karena dia merasa bukan haknya saya untuk merdeka," tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mudah menunjuk kesalahan orang lain, tetapi juga berani melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.

"Kadang jari kita satu menunjuk orang, tapi kita sendiri tidak pernah menunjuk diri," pungkasnya.

Taufiq berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui keberanian untuk bersikap kritis, memperjuangkan hak secara tepat, sekaligus melakukan evaluasi terhadap diri sendiri agar kemerdekaan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....