Ditjenpas Sulbar Gagas Program “Masuk Napi Keluar Santri”
- 18 Agt 2026 14:41 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat menggagas program pembinaan warga binaan bertajuk “Masuk Napi Keluar Santri” sebagai upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan keterampilan sebelum warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat, Said Mahdar, mengatakan program tersebut akan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Barat hingga tokoh-tokoh adat.
“Ada program dari saya sebagai pribadi adalah ingin menciptakan satu program, yaitu ‘Masuk Napi Keluar Santri’. Ini yang harus kita lakukan,” ujar Said Mahdar, saat diwawancara di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Mamuju, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurutnya, pembinaan akan diawali dengan observasi untuk mengetahui potensi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing warga binaan.
Potensi tersebut nantinya akan diarahkan melalui program pembinaan yang sesuai. Warga binaan yang memiliki kemampuan di bidang musik, misalnya, akan diarahkan untuk mengembangkan keterampilan tersebut. Begitu pula dengan warga binaan yang memiliki keahlian di bidang pertanian.
“Kalau ada ahli musik, maka kita tempatkan dia di musik. Kalau dia ahlinya di bidang pertanian, akan kita jadikan pertanian,” katanya.
Said Mahdar juga berharap dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif warga binaan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang selama ini tidak produktif dapat menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial, sekaligus memberikan keterampilan yang dapat digunakan warga binaan setelah bebas.
“Saya ingin bekerja sama dengan, khususnya meminta dukungan daripada pemda, hingga ada lahan-lahan. Kalau ada lahan-lahan yang tidur, daripada kita menempatkan orang di sini, itu bagaimana reintegrasi sosial harus kita jalankan dengan baik,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada masa menjalani pidana, tetapi juga harus mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Sehingga warga binaan ini betul-betul menjadi, pertama, menjadi berguna bagi agama, bagi bangsa dan negara,” pungkas Said Mahdar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....