Densus 88 Ajak Santri Pesantren Miftahul Jihad Majene Jadi Pelopor Perdamaian

  • 10 Agt 2026 13:56 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene —Densus 88 Antiteror Polri mengajak santri di Kabupaten Majene menjadi pelopor perdamaian dan garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme IRET.

Ajakan tersebut disampaikan pada kegiatan sosialisasi pencegahan bahaya paham IRET serta Narasi Kekerasan Ekstremisme atau Narrative Violent Extremism (NVE) di Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande, Kabupaten Majene, Senin , 10 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 160 santri.

Plt. Kasatgaswil Sulawesi Barat, AKBP Soffan Ansyari menyampaikan pentingnya penguatan pemahaman keagamaan yang moderat, wawasan kebangsaan, serta kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang dapat mengancam persatuan dan kerukunan.

“Santri perlu memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, wawasan kebangsaan yang kuat, serta kewaspadaan terhadap setiap informasi atau ajakan yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan,” ujar AKBP Soffan Ansyari.

Ia mengajak para santri untuk menjadi pelopor perdamaian di lingkungan pesantren dan masyarakat. Santri juga diharapkan tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi yang memuat ujaran kebencian, ajakan kekerasan, maupun narasi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

“Pencegahan paham IRET tidak dapat dilakukan aparat saja. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan para santri, untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” katanya.

Menurutnya, edukasi, deteksi dini, dan penguatan literasi kebangsaan menjadi langkah penting agar generasi muda tidak mudah terpapar paham menyimpang yang berpotensi mengganggu keamanan serta persatuan. Pernyataan ini sejalan dengan penekanan Satgaswil Sulbar dalam kegiatan pencegahan IRET sebelumnya di Sulawesi Barat.

Melalui sosialisasi tersebut, Satgaswil Sulbar berharap terbangun sinergi yang semakin kuat dengan pihak Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Soffan Ansyari didampingi personel pencegahan Satgaswil Sulbar, Bripda M. Yuda Hasmedi. Hadir pula Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande sekaligus Ketua Forum Pondok Pesantren Sulawesi Barat, Ustaz Tamrin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....