Gubernur SDK: PMII Harus Pegang Teguh Aswaja dan Jadi Kontrol Sosial Pemerintah

  • 10 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka ( SDK )berpesan agar PMII tetap berpegang pada Aswaja dan aktif sebagai kontrol sosial pemerintah. Pesan itu disampaikan dalam Konsolidasi Akbar sekaligus pelantikan pengurus PKC PMII Sulbar dan PC PMII Mamuju di Ballroom Maleo Hotel, Minggu 9 Agustus 2026.

Suhardi Duka yang juga Ketua Ikatan Alumni PMII Sulbar juga menyampaikan empat pesan yang menurutnya penting dipegang dalam kehidupan, salah satunya menjaga hubungan dengan Tuhan.

"Ber-PMII itu adalah memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)," kata SDK.

Ia jygay mengingatkan kader agar tetap berpegang pada ajaran agama dalam menjalani kehidupan, baik ketika berada dalam kondisi senang maupun menghadapi kesulitan.

Selanjutnya berkaitan dengan penghormatan kepada orang tua. Menurut SDK, seorang anak tidak sepatutnya meninggikan suara kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkannya.

"Yang kedua jangan kau lawan orang tuamu. Tidak bisa lawan orang tua yang melahirkan kita," katanya.

Pesan serupa disampaikan Suhardi terkait hubungan murid dengan guru. Dia mengatakan guru memiliki peran dalam membekali seseorang dengan pengetahuan, etika, moral dan bekal kehidupan.

"Yang ketiga jangan kau lawan gurumu. Karena gurulah yang akan menerangi perjalanan hidupmu," ujarnya.

Sementara untuk poin keempat, SDK meminta kader tidak melawan penguasa yang bijak.

Di sisi lain, SDK mengatakan PMII memiliki posisi penting sebagai wadah mahasiswa Islam sekaligus organisasi pergerakan. Menurutnya, kader PMII tidak hanya dituntut menjadi kader bangsa, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial.

"Kalau ada hal-hal yang bagus di pemerintah pasti dia support. Tapi kalau ada hal-hal yang di luar dari kepentingan publik, tentu dia kritisi dan itu kita harus terima sebagai pemimpin," katanya.

Suhardi Duka menyebut kritik dari organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, dia meminta kader PMII tidak ragu menyampaikan persoalan yang dianggap perlu diperbaiki.

"Jadi kalau ada hal yang miring, datang ke saya, kita dialog, supaya pemahamannya kita satu," ujarnya.

Menurut SDK, dialog dapat menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman sebelum persoalan berkembang menjadi aksi di lapangan.

"Kalau ternyata kita sepakati perbaikan perubahan tidak dilakukan demo dia ya gitu," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....