Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Air di Sulbar
- 06 Agt 2026 14:19 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - BMKG Tampa Padang Mamuju mengingatkan ancaman krisis air bersih di sejumlah wilayah Sulawesi Barat akibat kemarau panjang yang menyebabkan Hari Tanpa Hujan (HTH) mencapai kategori sangat panjang.
Kondisi ini terjadi di sejumlah kecamatan di Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju, seiring musim kemarau yang berlangsung sejak Juni, bahkan lebih awal sejak Februari di sebagian Majene dan Polewali Mandar.
PMG Pertama Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, Anggie Prabowo, menjelaskan dampak kekeringan terhadap ketersediaan air bagi warga.
“Karena kekeringan pasti sulit air, jadi senantiasa bijak dalam penggunaannya,” ujarnya saat diwawancarai reporter RRI Mamuju, Rabu, 5 Agustus 2026.
BMKG mendorong masyarakat memanfaatkan setiap kesempatan hujan turun untuk menampung air, sebagai langkah antisipasi menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kering berlangsung.
Anggie menekankan pentingnya penampungan air hujan sebagai cadangan kebutuhan harian.
“Sebisa mungkin kalau terjadi hujan dilakukan penampungan agar bisa memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” tambahnya.
BMKG berharap imbauan ini ditindaklanjuti masyarakat dan pemerintah daerah, guna meminimalkan dampak krisis air bersih akibat kemarau panjang di Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....