Menteri PU Tegur Keras Hutama Karya Soal Keterlambatan Sekolah Rakyat Mamuju

  • 05 Agt 2026 08:56 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memberikan teguran keras kepada jajaran direksi PT Hutama Karya karena dinilai lambat dalam merampungkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody usai meninjau langsung progres pembangunan fisik di lokasi proyek yang dinilainya masih jauh dari kata selesai.

"Ini masih belum selesai, masih jauh dari kata selesai dan menurut saya sudah sangat terlambat. Direksi Utama Karya masih agak disentil kepalanya nih. Ini kan program prioritas Presiden, tapi kok berlambat-lambat," tegas Dody Hanggodo usai meninjau sekolah rakyat di Mamuju, Senin 3 Agustus 2026.

Dody mengungkapkan, kendala utama di lapangan memang sempat dipengaruhi oleh kondisi tanah lokasi yang sangat keras sehingga memakan waktu lebih lama pada tahap pengerjaan fondasi. Namun, hal tersebut tidak alasan bagi pelaksana untuk memperlambat pengerjaan proyek strategis tersebut.

Untuk mengatasi keterlambatan ini, Dody menegaskan akan segera menghubungi langsung pihak manajemen puncak PT Hutama Karya serta berkoordinasi dengan TNI untuk menerjunkan tambahan personil pekerja di lokasi.

"Kita harus telepon Direksi Utama Karya karena berlambat-lambat. Seharusnya Direksi Utama Karya lebih responsif. Kita juga akan koordinasi dengan TNI untuk nambah tenaga supaya pengerjaan bisa dipercepat," ujarnya.

Menanggapi belum dilaksanakannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) per 31 Juli lalu, Menteri PU menjelaskan bahwa jadwal operasional di tiap daerah bervariasi bergantung pada kesiapan pemerintah daerah setempat.

"Jadwal tiap daerah bervariasi bergantung kebijakan gubernur dan bupati, ada yang 31 Juli, 14 Agustus, hingga 25 Agustus. Daerah juga masih merapikan kesiapan pendaftaran siswa hingga tenaga pendidik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....