Stigma Negatif Masih Penghambat Penemuan Kasus TBC di Sulbar
- 03 Agt 2026 19:17 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Stigma negatif terhadap tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan besar dalam upaya meningkatkan penemuan kasus di Sulawesi Barat. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan meski mengalami gejala.
Hal tersebut disampaikan oleh Pengelola Program Tuberkulosis Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat. Ia menyebut bahwa masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena takut didiagnosis menderita TBC.
"Stigma negatif tentang TBC ini masih kental di masyarakat. Jadi masih banyak masyarakat yang mungkin belum paham atau enggan memeriksakan diri karena takut dinyatakan TBC," ujarnya saat dihubungi RRI Mamuju, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, masih terdapat anggapan sesat di kalangan masyarakat yang menganggap TBC sebagai penyakit yang memalukan, bahkan berkaitan dengan hal mistis. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya deteksi dini dan penanganan kasus.
"Menurut sebagian masyarakat penyakit TBC itu adalah aib, ada yang beranggapan penyakit keturunan, ada yang beranggapan penyakit karena guna-guna," katanya.
Harsalim berharap masyarakat memahami bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala atau pernah berkontak dengan pasien TBC agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
"Kami berharap masyarakat bisa paham bahwa TBC itu adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Jadi, kami harap semua orang yang memiliki gejala atau berkontak dengan pasien tuberkulosis supaya segera memeriksakan diri sehingga kita bisa meningkatkan penemuan, sekaligus bisa menurunkan angka kejadian di masyarakat," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....