Taekwondo Mamuju Berkembang Pesat, Kekurangan Pelatih Jadi Tantangan Utama
- 27 Jul 2026 02:59 WIB
- Mamuju
RRI,CO.ID, MAMUJU – Perkembangan olahraga taekwondo di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terus menunjukkan tren positif. Namun, peningkatan minat masyarakat dan sekolah terhadap olahraga bela diri tersebut masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pelatih.
Hal itu disampaikan Ketua Harian Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Mamuju, Walfaidhin, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di RRI Mamuju, Jumat 24 Juli 2026.
Walfaidhin menjelaskan, taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang telah terdaftar dalam ajang Olimpiade, sehingga memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan, khususnya di daerah.
“Taekwondo di Mamuju mulai berkembang sekitar tahun 2012. Saat awal berdiri memang banyak tantangan yang kami hadapi bersama teman-teman, karena olahraga ini belum banyak dikenal masyarakat,” ujar Walfaidhin.
Menurutnya, berkat kerja keras dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, perkembangan taekwondo di Mamuju kini semakin pesat. Bahkan, sebagian besar atlet taekwondo Sulawesi Barat berasal dari Kabupaten Mamuju.
“Alhamdulillah perkembangan taekwondo saat ini di Mamuju sangat pesat. Setengah dari atlet Sulbar berasal dari Mamuju,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah atlet binaan sejak awal berdirinya taekwondo di Mamuju hingga saat ini masih tetap konsisten berlatih. Bahkan, beberapa di antaranya telah berkembang menjadi pelatih dan mendirikan dojang atau klub latihan sendiri.
“Anak binaan kita sejak tahun 2011 dan 2012 masih konsisten di taekwondo. Mereka sekarang sudah mulai menjadi pelatih dan memiliki dojang masing-masing,” ungkapnya.
Tingginya minat terhadap taekwondo juga terlihat dari banyaknya sekolah yang meminta agar olahraga tersebut dapat masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler, bahkan menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah.
Namun, menurut Walfaidhin, permintaan tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena masih terbatasnya jumlah pelatih yang tersedia.
“Beberapa sekolah meminta agar taekwondo dijadikan ekstrakurikuler maupun mata pelajaran. Tetapi kendalanya saat ini adalah kurangnya SDM pelatih,” jelasnya.
Ia menegaskan, untuk memajukan taekwondo di Mamuju dibutuhkan ekosistem yang lengkap, mulai dari pelatih, penguji, hingga wasit yang memiliki sertifikasi.
“Untuk memajukan taekwondo harus lengkap, ada pelatih, penguji, dan wasit. Dengan begitu kita bisa mencetak penguji nasional karena semua memiliki tingkatan sabuk dan administrasi yang harus dipenuhi,” katanya.
Walfaidhin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas perangkat pertandingan. Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan tingkat provinsi membutuhkan dukungan wasit nasional, bukan hanya mengandalkan wasit daerah.
“Ketika ingin membuat kejuaraan antarprovinsi, tidak bisa hanya mengandalkan wasit daerah. Harus ada wasit nasional agar pertandingan berjalan sesuai standar,” pungkasnya.
Dengan semakin berkembangnya pembinaan atlet dan dukungan dari berbagai pihak, Taekwondo Indonesia Kabupaten Mamuju optimistis mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....