Gubernur Sulbar Dorong Penyuluh Pertanian untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman
- 13 Jul 2026 20:10 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, membuka Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Barat yang digelar di Aula Poltekkes Kemenkes Mamuju, Senin 13 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian dan diikuti ratusan penyuluh pertanian dari enam kabupaten di Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Suhardi Duka menjelaskan bahwa perubahan status penyuluh pertanian menjadi pegawai pemerintah pusat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan sekaligus peningkatan kinerja para penyuluh pertanian.
"Karena kemampuan daerah semakin tertekan, tunjangan fungsional maupun operasional penyuluh sulit mengalami peningkatan. Sekarang penyuluh menjadi pegawai pemerintah pusat. Gajinya di pusat, tunjangannya di pusat, operasionalnya juga di pusat. Dengan demikian sekarang penyuluh lebih sejahtera," kata Suhardi Duka.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan fondasi utama kekuatan bangsa. Karena itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
"Suatu negara yang kekuatan pertaniannya lemah sangat rawan dari sisi ketahanan bangsanya. Karena itu Presiden Prabowo menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional," ujarnya.
Lebih lanjut, Suhardi Duka menyebut Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju menjadi penopang utama produksi beras daerah. Meski demikian, Indeks Pertanaman (IP) lahan sawah Sulawesi Barat saat ini baru 1,4. Artinya, dari 41 ribu hektare lahan sawah yang ada, rata-rata petani baru panen sekali lebih sedikit dalam setahun. Melihat data tersebut Suhardi Duka memberikan target agar angka tersebut naik ke IP 2.
"Kalau kita naikkan jadi dua, sama dengan kita cetak sawah sekitar 15 ribu hektare tanpa harus membuka lahan baru," ujarnya
Menutup arahannya, Suhardi Duka mengingatkan para penyuluh agar terus meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, penyuluh harus mampu menjadi sumber informasi bagi para petani.
"Terus tingkatkan kemampuan, jangan sampai ilmu petani lebih maju daripada ilmu penyuluh. Sekarang teknologi, AI, YouTube, dan berbagai sumber belajar berkembang sangat cepat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....