Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Selat Makassar, Dirasakan Wilayah Sulsel dan Subar

  • 09 Jul 2026 09:59 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Selat Makassar pada Kamis 9 Juli2026 pukul 09.09.36 WITA. Guncangan dirasakan di hampir seluruh wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan dengan intensitas yang bervariasi, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Geofisika Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Jamroni, mengatakan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar naik Selat Makassar pada Segmen Somba yang berada di selatan Kabupaten Majene.

"Pada hari ini, Kamis tanggal 9 Juli 2026, terjadi gempa pukul 09.09.36 WITA. Pusatnya berada di Selat Makassar. Ini adalah gempa bumi tektonik yang dihasilkan akibat patahan sesar naik Selat Makassar, yaitu Segmen Somba di selatan Majene," ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis 9 Juli 2026.

Jamroni menjelaskan, gempa tersebut berkekuatan magnitudo 4,7 dengan kedalaman 13 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 50 kilometer dari Kabupaten Polewali Mandar.

"Magnitude-nya 4,7 kemudian kedalamannya 13 kilometer. Kalau jarak dari Polewali Mandar kurang lebih 50 kilometer dari titik gempanya," katanya.

Ia menambahkan, guncangan paling kuat dirasakan di Kabupaten Majene dengan intensitas 3-4 MMI. Sementara di Mamuju guncangan dirasakan pada intensitas 2-3 MMI, di Polewali Mandar 3-4 MMI, hingga Parepare dan Makassar dengan intensitas 2-3 MMI.

"Hampir seluruh Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat merasakannya dengan intensitas yang berbeda-beda. Di Majene dirasakan sangat nyata getarannya, yaitu 3-4 MMI. Kemudian di Mamuju 2-3 MMI, Polewali 3-4 MMI, Parepare sampai Makassar 2-3 MMI," jelasnya.

BMKG menilai gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena terjadi di laut dengan magnitudo yang tidak terlalu besar. Hingga hampir satu jam setelah kejadian, tidak terpantau adanya perubahan muka air laut yang mengindikasikan potensi tsunami.

"Karena ini terjadi di lautan dan kedalamannya dangkal, tapi magnitudonya tidak terlalu besar, 4,7. Setelah hampir satu jam tidak ada pergerakan atau air naik yang mesti dikhawatirkan. Kami tidak mengeluarkan peringatan dini untuk tsunami," ujarnya.

Jamroni mengimbau masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta selalu mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan.

"Jadi untuk masyarakat tetap waspada dan siaga selalu," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....